Sukses

Startup Investree Bantu Karyawan Peroleh Pinjaman

Liputan6.com, Jakarta - Startup di bidang financial technology (fintech) Investree meluncurkan produk Pembiayaan Karyawan.

Produk fasilitas pinjaman berbasis teknologi digital ini diperuntukkan bagi karyawan yang bekerja di perusahaan yang bekerja sama dengan Investree.

Co-Founder dan Chairman Investree Adrian Gunadi mengatakan, dalam program ini, Investree sebagai mitra perusahaan dari berbagai sektor atau unit usaha yang berbentuk PT untuk memberi bantuan pembiayaan di luar pokok bagi karyawan perusahaan itu.

“Bantuan pembiayaan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh karyawan untuk berbagai keperluan, mulai dari pendidikan, kesehatan yang tidak tercakup oleh asuransi, hingga renovasi rumah,” ujar Adrian seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Tekno Liputan6.com, Rabu (30/11/2016).

Menurut Adrian, selain untuk meningkatkan kesejahteraan, produk ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran perusahaan membantu karyawan mengelola keuangannya. 

Adrian mengatakan, syarat mendapat pinjaman cukup mudah. Di antaranya adalah usia minimal 21 tahun, terdaftar di perusahaan yang bekerja sama dengan Investree, penghasilan tetap minimal Rp 3,1 juta, memiliki KTP, NPWP, surat keterangan kerja, dan slip gaji.

Ia menerangkan, proses dan prosedur pengajuan bersifat 100 persen online, persetujuan kredit cepat dengan analisis modern, dan pengajuan 24 jam. Karyawan kontrak pun bisa mengajukan pinjaman ini.

Bagi perusahaan layanan ini memberi manfaat, misalnya tak perlu mengubah payroll, bisa meningkatkan kesejahteraan karyawan, memperbaiki cash flow perusahaan serta menjadi program retensi karyawan. Selain itu, HR juga bisa mengontrol pinjaman karyawan secara digital.

Co-Founder Investree Aida Sutanto mengatakan, meningkatkan kesejahteraan karyawan dari segi finansial adalah pasar yang dapat dikembangkan seiring dengan hadirnya industri fintech.

Untuk realisasi program Pembiayaan Karyawan, Investree bekerja sama dengan kurang lebih 10 perusahaan besar dengan jumlah karyawan sekitar 8.000 orang yang bisa memanfaatkan pinjaman untuk berbagai keperluan. Tak hanya itu, perusahaan terdaftar lain juga bisa bergabung dengan program ini.

(Tin/)