Telkomsel Gelar NextDev ke-12 untuk Lawan Lesunya Pendanaan Startup

Konsistensi penyelenggaraan NextDev yang memasuki tahun ke-12 merupakan bukti komitmen Telkomsel dalam menjaga keberlanjutan ekosistem digital nasional.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 15:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah penurunan drastis pendanaan perusahaan rintisan (startup) digital di Indonesia yang mencapai 94,8 persen sepanjang periode 2021 hingga 2025, Telkomsel tetap berkomitmen menggelar NextDev ke-12.

Program impact incubator ini bertujuan untuk memperkuat fundamental bisnis para technopreneur lokal melalui integrasi kapabilitas kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) agar mampu bertahan dan relevan dengan kebutuhan pasar.

General Manager of Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel, Andry P Santoso, mengungkapkan konsistensi penyelenggaraan NextDev yang telah memasuki tahun ke-12 merupakan bukti komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem digital nasional.

"Di saat industri teknologi mengalami gelombang tech winter dan banyaknya efisiensi, Telkomsel memilih untuk memperkuat fondasi para pendiri startup," ujar Andry saat sesi interview Kick-off NextDev ke-12, Kamis (8/10/2026) di Jakarta.

Pada kesempatan sama, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyampaikan bahwa evaluasi rutin terus dilakukan untuk memastikan program ini berdampak nyata.

"Telkomsel tidak hanya bertindak sebagai enabler, tetapi juga mengemban tanggung jawab untuk mendorongg inklusivitas digital hingga ke seluruh penjuru Indonesia," ucapnya.

 

AI-Powered Innovations

Melalui pendaftaran yang dibuka sejak 8 Oktober hingga 9 November 2026, NextDev ke-12 mengusung tema AI-Powered Innovations.

Program ini berfokus mendampingi pelaku bisnis digital untuk membuktikan implementasi nyata AI dalam mendorong efisiensi biaya dan operasional, alih-alih sekadar mengajarkan teori penggunaan teknologi tersebut.

Manager CSR Education and Public Community Development Telkomsel, Gumilar Henda Nugraha Ali, menambahkan bahwa adopsi AI di kawasan Asia Tenggara masih memiliki ruang tumbuh yang sangat besar.

"Saat ini, Indonesia baru mengantongi sekitar 4 persen dari total porsi pendanaan AI di Asia Tenggara, sehingga penguatan kapasitas teknologi ini menjadi krusial," ungkapnya.

 

Tren Solo Founder di Indonesia

Selain penurunan pendanaan, Telkomsel juga menyoroti maraknya tren solo founder di Indonesia yang tumbuh hingga 24 persen berdasarkan data BPS.

"Kurikulum NextDev ke-12 dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas individu para pendiri agar tetap mampu menghasilkan stream revenue baru dan mengelola bisnis secara berkelanjutan meskipun tanpa tim yang besar," Gumilar menambahkan.

Sementara General Manager Corporate Communications Telkomsel, Isti Ayu Sofiyanti, menegaskan Telkomsel bisa sustain sampai dengan 12 tahun, merupakan bentuk konkret dari perusahaan untuk kembali lagi semangat melayani dengan hati.

"Kami perkuat dari seluruh capability-nya, dari faktor internal maupun eksternal. Kurikulum juga kami perbarui, teknologi pun juga terus berjalan, sehingga program ini harapannya bisa berdampak bagi masyarakat luas," ia memungkaskan.

 

Memilih 20 Technopreneur Terbaik

Rangkaian NextDev ke-12 terdiri atas tahap Scouting, Academy, hingga Summit. Dari seluruh pendaftar, sebanyak 20 technopreneur terbaik akan dipilih untuk mengikuti sesi pitching, sebelum akhirnya disaring menjadi 10 peserta NextDev Academy.

Para peserta pilihan ini akan mendapatkan pendampingan intensif dari mentor lintas bidang serta berkesempatan menjajaki integrasi bisnis langsung ke dalam ekosistem digital Telkomsel.

Sebagai bentuk penjangkauan yang inklusif, Telkomsel menggelar kegiatan roadshow dan Pitching Battle di berbagai kota, seperti Jakarta, Makassar, Batam, Denpasar, Bandung, dan Yogyakarta. Langkah ini diharapkan dapat menjaring potensi technopreneur dari daerah yang memiliki solusi berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.

Sejak pertama kali bergulir, NextDev tercatat telah menerima lebih dari 6.700 pendaftaran dan menginkubasi 162 startup. Beberapa alumni terbukti sukses mempertahankan kelangsungan bisnisnya hingga saat ini, di antaranya MyEco dan Luarkampus.id.

Pembuktian dampak serta perkembangan bisnis dari para peserta NextDev ke-12 ini dijadwalkan bakal dipresentasikan di ajang puncak NextDev Summit pada 2027.