Sukses

Bangun Palapa Ring Tengah, BUMN Ini Peroleh Dana Rp 875 Miliar

Liputan6.com, Bandung - BUMN di Bandung, PT Len Industri memperoleh pendanaan sebesar  Rp 875 miliar untuk membiayai proyek kabel serat optik Palapa Ring Paket Tengah. 

Pendanaan ini diperoleh melalui perjanjian pembiayaan sindikasi yang ditandatangani anak usahanya, yakni PT Len Telekomunikasi Indonesia (PT LTI) bersama Kreditur Sindikasi di Jakarta, Senin (29/8/2016) lalu.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT LTI, Pantja Gelora bersama perwakilan direksi BNI, Indonesia Infrastructure Finance, dan PT Sarana Multi Infrastruktur.

Acara juga turut disaksikan Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Direktur Utama Len Industri, Zakky Gamal Yasin, BP3TI, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, serta anggota Konsorsium Pandawa Lima.

Pada Palapa Ring Paket Paket Tengah, kabel serat optik akan dibangun sepanjang 2.700 kilometer dengan wilayah jangkauan antara lain Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai dengan Kep. Sangihe-Talaud).

Syaifudin, Corporate Secretary Len Industri mengatakan bahwa saat ini PT LTI sedang melaksanakan pemenuhan pembiayaan (financial close) sebagai persyaratan dimulainya konstruksi. Perjanjian kemarin merupakan bagian dari financial close tersebut.

"Masuknya PT Len Industri dalam proyek ini guna memperkuat posisinya di bisnis TIK (Teknologi Informasi Komunikasi. red). Proyek ini akan membuka peluang bisnis di bidang TIK lainnya dengan memanfaatkan lebar pita 20 Mbps di sisi end-user," katanya ditemui tim Tekno Liputan6.com di Bandung.

PT LTI yang 51 persen sahamnya dimiliki PT Len Industri merupakan Badan Usaha Pelaksana (BUP) bentukan Konsorsium Pandawa Lima selaku pemenang lelang Proyek Palapa Ring Paket Tengah.

Sisa saham dimiliki PT Teknologi Riset Global Investama (34%), PT Sufia Technologies (5%), PT Bina Nusantara Perkasa (5%), dan PT Multi Kontrol Nusantara (5%).

Proyek Palapa Ring Paket Tengah merupakan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) pertama dalam sektor telekomunikasi dengan menerapkan skema pembayaran availability payment (AP) sebesar Rp 4 triliun.

Pembayaran dilakukan berkala selama masa konsesi 15 tahun yang dijamin pembayarannya oleh pemerintah melalui PT PII.

Menurutnya, usai penandatanganan ini, tanggal efektif kontrak akan ditetapkan pada awal September 2016 sehingga bisa dilakukan peletakan batu pertama dan dimulainya pekerjaan konstruksi.

"Pekerjan pembangunan Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO), Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dan microwave secara paralel dijadwalkan selesai dalam 18 bulan kedepan yang diakhiri dengan ditetapkannya tanggal operasional komersial," imbuh Syaifudin.

PT LTI melalui skema AP yang diprakarsai Kementerian Keuangan ini akan menghimpun dana bersumber dari Dana Kontribusi Universal Service Obligation (USO) dan diatur dalam Peraturan Menkeu No.190/PMK.08/2015.

Kemkominfo menargetkan seluruh proyek Palapa Ring akan selesai pada 2018 dengan masa toleransi hingga 2019 dengan tujuan untuk meningkatkan pemerataan akses telekomunikasi di seluruh Indonesia.

(Msu/Cas)