Sukses

Microsoft Caplok Startup Metanautix

Liputan6.com, Jakarta - Microsoft telah mengakuisisi startup Metanautix, perusahaan rintisan yang mengkhususkan diri dalam membantu perusahaan besar melakukan penyaringan data. Namun, menurut informasi dari Venture Beat, Senin (21/12/2015), detail ketentuan mengenai kesepakatan tersebut belum diungkapkan.

Perusahaan rintisan yang berbasis di Palo Alto tersebut didirikan pada 2012 oleh Theo Vassilakis dan Toli Lerios. Keduanya pernah bekerja di Google dan Facebook. Secara resmi, Metanautix diluncurkan pada September 2014, tak lama usai Metanautix mengantongi dana US$ 7 juta dan setelah dua tahun ada dalam fase pengembangan.

Perusahaan ini menjual teknologinya untuk perusahaan besar yang ingin menyatukan segudang sumber data dari seluruh departemen dan divisi sebuah perusahaan besar, yang meliputi basis data (database) dan sistem bisnis seperti Salesforce. Teknologi tersebut terbilang lebih murah daripada harus menggeser semua data ke sistem pusat.

Secara sederhana Microsoft hanya mengungkapkan bahwa Metanautix akan bekerja dalam SQL Server dan Cortana Analytics Suite miliknya. Lebih lanjut, Microsoft juga memamparkan bahwa pihaknya akan menghentikan menjual produk Metanautix sebagai layanan mandiri.

Adapun Vassilakis mengonfirmasi rencana lebih lanjut pada peta jalan kesepakatan di antara kedua persuhaan tersebut.

"Metanautix dimulai dengan visi untuk mengintegrasikan rantai pasokan data dengan membangun mesin data komputasi Quest yang memungkinkan akses SQL terukur untuk data," kata Vassilakis dalam blog-nya.

Dalam tiga tahun, lanjut Vassilakis, pihaknya dapat membawa pekerjaan ini ke tingkat berikutnya dengan bergabung dengan Microsoft. Ia juga berharap Metanautix dapat menjadi bagian dari upaya penting Microsoft dengan Azure dan SQL Server untuk memberikan pelanggan perusahaan sudut pandang terpadu dari semua data mereka di seluruh awan (cloud) dan sistem lokal

Seperti akuisisi lainnya yang Microsoft lakukan baru-baru ini, Metanautix cocok dengan rencana yang lebih besar untuk membangun "awan cerdas" (intelligent cloud), yang merupakan salah satu dari tiga bidang investasi utama, yang diumumkan Satya Nadella pada Juni lalu.

Dan sekadar untuk diketahui, tahun ini Microsoft telah mengakuisisi sebanyak 20 perusahaan. 

(Why/Cas)