Sukses

Hacker Anonymous Bantah Rumor ISIS Akan Serang Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang daftar rencana serangan ISIS ke beberapa negara yang dirilis kemarin nyatanya dibantah langsung oleh hacker Anonymous. Melalui akun Twitter-nya, @YourAnonNews, mereka membantah telah menyebarkan rumor tentang kemungkinan serangan ISIS.

Bantahan ini dilakukan setelah sebelumnya akun @OpParisIntel merilis daftar kemungkinan serangan ISIS di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Italia, Libanon, termasuk Indonesia.

Daftar serangan itu pertama kali diketahui dari akun Twitter @OpParisIntel. Ketika itu OpParisIntel mengunggah tautan ke pastebin. Pastebin sendiri dikenal sebagai situs yang biasa digunakan Anonymous untuk menerbitkan informasi tentang ISIS.

Mengutip informasi dari laman International Business Times, Senin (23/11/2015), informasi dari OpParisIntel nyatanya belum dipastikan kebenarannya. Bahkan, Special Agent dari FBI, J. Britt Johnson, menuturkan bahwa FBI tidak memiliki informasi spesifik atau kredibel tentang akan adanya serangan di Amerika Serikat.

Selain membantah informasi tersebut, Anonymous juga menegaskan bahwa OpParisIntel tidak berafiliasi dengan kelompoknya. Untuk itu Anonymous meminta pembaca melakukan cek fakta sebelum melakukan pelaporan.

Baca Juga

Sayangnya, publik sendiri dibuat bingung dengan kehadiran akun-akun yang menamakan diri sebagai kelompok Anonymous. Terlebih lagi disebut bahwa memang tidak ada akun resmi dari kelompok Anonymous.

Di sisi lain, setelah bantahan tersebut, ternyata akun @OpParisIntel di Twitter resmi ditutup. Dalam keterangan di biografinya, @OpParisIntel mengungkapkan bahwa tugas mereka sudah selesai dan kini waktunya pihak berwenang untuk melakukan tugasnya.

Dalam keterangan di kicauan terakhirnya menggunakan tautan Pastebin, OpParisIntel juga menegaskan bahwa proyek mereka untuk memperingatkan pihak berwenang sudah selesai.

Dalam keterangan yang diungkapkan lewat tautan paste-bin di kicauan terakhirnya, OpParisIntel juga menegaskan selain proyek mereka untuk memperingatkan pihak berwenang yang sudah selesai, penutupan akun dilakukan untuk mencegah banyaknya perhatian orang yang ditujukan ke akun mereka.

(dam/isk)**

Unboxing dan First Impression Galaxy S20 Ultra
Loading
Artikel Selanjutnya
Pandemi COVID-19 jadi Saat Tepat Ajarkan Pola Hidup Bersih dan Sehat pada Anak
Artikel Selanjutnya
Jumlah Pendaftar Relawan COVID-19 Capai Angka 15.250 Orang