Blind Shoes Lahir dari Rasa Peduli Terhadap Tunanetra

`Ide membuat Blind Shoes muncul ketika saya memiliki teman yang mengalami glaukoma`.

Diterbitkan 03 Desember 2014, 09:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Merasa prihatin dengan kondisi sahabatnya yang mengalami glaukoma, Naskan yang kini menjadi seorang CEO sekaligus pendiri startup Aswan Tech, menciptakan sebuah sepatu pintar yang diberi nama Blind Shoes.

"Ide membuat Blind Shoes muncul ketika saya memiliki teman yang mengalami glaukoma. Penyakit itu datang saat kami lulus SMA, yang mana matanya menjadi infeksi dan membesar. Mulanya mata sebelah kiri yang membengkak dan kemudian merambat ke mata sebelah kanan," ujar Naskan di kantor redaksi Liputan6.com, SCTV Tower, Jakarta.

"Saya tahu perasaan dia saat mata kirinya yang telah membengkak besar diangkat oleh dokter. Untuk itu saya berpikir bagaimana caranya saya membantu dia dengan memanfaatkan ilmu yang saya pelajari di kampus," sambung pria lulusan Teknik Informatika ini.

Tepatnya ide membuat sepatu ini muncul pada tahun 2010 dan baru di tahun 2014, Blind Shoes tercipta. Meskipun masih prototipe, tambah Naskan, sepatu ini banyak direspon oleh para penyandang tunanetra dan mereka sangat antusias.


"Untuk membuat sepatu ini sebenarnya membutuhkan waktu yang singkat. Dua minggu sudah bisa selesai. Namun karena kesibukan dan tidak adanya waktu luang, Blind Shoes baru terimplementasi di tahun ini," terang pria kelahiran Pati, 28 Agustus 1983 ini.

Fitur utama yang dimiliki Blind Shoes adalah memiliki beberapa sensor getar yang dapat menunjukkan sejumlah rintangan saat penyandang tunanetra tengah berada di jalan.

Sensor-sensor tersebut akan bergetar ketika mereka menemui sejumlah rintangan, seperti lubang, kendaraan, tembok, dan bahkan dapat menunjukkan marka jalan.

Bukan itu saja, sambung Naskan, Blind Shoes juga dilengkapi dengan single chip micro computer yang berperan sebagai otak yang mengontrol semua fitur dan penyimpan data. Dan yang paling menarik, sepatu pintar ini dapat mengisi baterai secara otomatis.

"Blind Shoes dapat mengisi baterai dengan sendirinya melalui generator kinetik yang tersemat di bawah sol sepatu. Baterai akan terisi secara otomatis ketika pengguna melangkah. Dan baterai yang ada bisa digunakan sebagai powerbank untuk mengisi perangkat mobile," tutup Naskan. 

Lebih jelaskan silahkan simak wawancara khusus bersama Naswan selaku CEO sekaligus pendiri startup Aswan Tech berikut ini.

(isk/dew)