Sukses

Topik Terkait

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan salah satu indeks pasar saham krusial yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menggambarkan pergerakan harga seluruh saham biasa dan saham preferen yang tercatat di BEI. IHSG berfungsi sebagai barometer utama yang memberikan gambaran umum tentang kondisi pasar saham nasional, apakah sedang menguat, melemah, atau stabil, serta menjadi acuan penting bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.

    Berita UtamaDirut BEI Iman Rachman Mundur Imbas IHSG Anjlok 8% dan Trading Halt Dua Hari Beruntun
    img

    Diperkenalkan pertama kali pada 1 April 1983, IHSG menggunakan tanggal 10 Agustus 1982 sebagai hari dasar dengan nilai awal 100 dan 13 saham tercatat. Perhitungan IHSG dilakukan setiap hari setelah penutupan perdagangan, dengan metode yang melibatkan harga penutupan saham, jumlah saham, dan nilai dasar.

    Fungsi Utama IHSG

    • Indikator Kondisi Pasar: IHSG menunjukkan apakah pasar saham sedang dalam tren naik atau turun, mencerminkan sentimen investor terhadap kondisi ekonomi.
    • Acuan Investasi: Menjadi patokan bagi investor untuk menentukan waktu yang tepat dalam membeli atau menjual saham, serta mengukur tingkat keuntungan portofolio.
    • Pengukur Pertumbuhan Ekonomi: Pergerakan IHSG seringkali berkorelasi dengan kondisi ekonomi nasional dan global, menjadikannya proksi untuk kelas aset pada alokasi aset.
    • Produk Investasi Pasif: Dapat dijadikan dasar untuk produk investasi pasif seperti Reksa Dana Indeks dan ETF Indeks.

    Memahami analisis komprehensif IHSG sangat penting bagi pelaku pasar modal, karena tidak hanya memberikan gambaran tentang kinerja saham secara kolektif, tetapi juga membantu dalam mengukur risiko dan potensi pengembalian investasi. Fluktuasi IHSG adalah hal normal yang terjadi karena mekanisme perdagangan saham dan dipengaruhi oleh berbagai faktor baik rasional maupun irasional.

    Rekomendasi Saham Hari Ini

    Pada 21 Mei 2026, IHSG diprediksi bergerak variatif dengan potensi rebound terbatas setelah melemah pada perdagangan sebelumnya, didorong oleh sentimen kenaikan BI Rate dan pidato Presiden.

    Pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak variatif dengan potensi rebound terbatas setelah ditutup melemah 0,82% di level 6.318,5 pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25% dan pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN tahun anggaran 2027.

    Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran support 6.200-6.250 dan resistance 6.400-6.450. Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan support di 6.220 dan resistance di 6.635. Sektor-sektor seperti barang baku, transportasi, dan energi menjadi penekan utama pelemahan IHSG pada 20 Mei 2026.

    Rekomendasi Saham Pilihan 21 Mei 2026

    Sekuritas Rekomendasi Saham Keterangan
    BRI Danareksa Sekuritas LCKM, OASA, MPOW, IRSX, PIPA Untuk trading
    BNI Sekuritas BBCA, UNTR, WIFI, BREN, BDMN Spec Buy untuk BBCA, UNTR
    Phillip Sekuritas JPFA, HBAT
    MNC Sekuritas AADI, AMRT, HRTA, MBMA
    CGS International Sekuritas JPFA, CPIN, WIIM, UNVR, BMRI, BDMN
    Bareksa TLKM, JPFA, ASII Pilihan trading jangka pendek

    Meskipun IHSG melemah, beberapa saham masih menunjukkan potensi menarik untuk dicermati. Investor juga perlu memperhatikan rilis FOMC Minutes dari The Fed dan sentimen domestik lainnya. Kenaikan BI Rate berhasil mendorong penguatan Rupiah ke level Rp 17.654 per dolar AS, namun juga berpotensi meredam tekanan keluarnya modal asing.

    Artikel TerkaitSelengkapnya
    Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

    Rekomendasi Saham Hari Ini 28 April 2026: KIJA, HRTA, UNTR, ADRO, SSIA hingga INDY

    Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

    Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 30 April 2026

    Seorang pria memantau layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

    Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini 20 Mei 2026

    Pengertian dan Komponen IHSG

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indikator pasar modal Indonesia yang mengukur pergerakan harga seluruh saham di BEI, dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar dan nilai dasar.

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indikator yang menggambarkan pergerakan keseluruhan harga saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG berfungsi sebagai alat ukur untuk menilai kondisi pasar saham nasional, memberikan gambaran singkat tentang keadaan pasar modal tanpa harus menganalisis setiap saham secara individual.

    IHSG pertama kali diperkenalkan pada 1 April 1983, dengan tanggal dasar perhitungan 10 Agustus 1982, di mana indeks ditetapkan dengan nilai dasar 100 dan mencakup 13 saham. Perhitungan IHSG dilakukan setiap hari setelah penutupan perdagangan.

    Komponen dan Metode Perhitungan IHSG

    • Cakupan Saham: IHSG mencakup pergerakan harga seluruh saham biasa dan saham preferen yang tercatat di BEI.
    • Metode Perhitungan: Dihitung dengan membandingkan total kapitalisasi pasar saham pada waktu berlaku dengan total kapitalisasi pasar pada waktu dasar, kemudian dikalikan 100.
    • Penyesuaian Nilai Dasar: Nilai dasar akan disesuaikan jika terjadi perubahan modal emiten (misalnya emiten baru, right issue, delisting) atau faktor lain yang tidak terkait harga saham.
    • Bobot Saham: Saham dengan jumlah yang didaftarkan lebih besar akan memiliki bobot yang lebih besar dalam memengaruhi IHSG.

    IHSG tidak hanya mencerminkan kondisi umum pasar saham, tetapi juga menjadi patokan untuk mengevaluasi performa portofolio investasi dan mengambil keputusan strategis. Meskipun IHSG memberikan gambaran besar pasar, pemantauan individual terhadap saham tetap diperlukan karena tidak semua saham bergerak searah dengan indeks.

    Artikel TerkaitSelengkapnya
    Logo OJK. Liputan6.com/Nurmayanti

    OJK Ungkap Penyebab Bunga Kredit Masih Tinggi

    Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi. (Dok OJK)

    Revisi Aturan Rencana Bisnis Bank Terbit Kuartal III 2026

    Tren Pergerakan IHSG

    Tren pergerakan IHSG pada April-Mei 2026 menunjukkan fluktuasi, dengan periode pelemahan dan potensi penguatan terbatas, dipengaruhi oleh tekanan jual dan sentimen pasar.

    Tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan fluktuasi yang dipengaruhi oleh berbagai sentimen pasar. Pada Rabu, 20 Mei 2026, IHSG ditutup melemah 0,82% di posisi 6.318, setelah sempat menyentuh level terendah 6.215 dan tertinggi 6.459 intraday. Pelemahan ini disebabkan oleh koreksi pada saham-saham barang baku, transportasi, dan energi.

    Sebelumnya, pada 27 April 2026, IHSG juga ditutup melemah 0,32% ke level 7.106,52, dengan sektor energi menjadi penekan. Pada 23 April 2026, IHSG anjlok 2,16% menjadi 7.378,60, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan tekanan pada mayoritas sektor saham.

    Pergerakan IHSG dalam Periode Tertentu

    • 20 Mei 2026: Melemah 0,82% ke 6.318, didominasi tekanan jual, volume perdagangan 41,12 miliar saham, nilai transaksi Rp22,35 triliun.
    • 29 April 2026: Naik 0,41% ke 7.101, disertai volume pembelian.
    • 28 April 2026: Melemah 0,32%, aksi jual asing Rp 2,01 triliun.
    • 23 April 2026: Anjlok 2,16% ke 7.378,60, 505 saham melemah.
    • 6 Mei 2026: Diproyeksikan menguat terbatas, berpotensi menguji resistance 7.151 dan 7.200.

    Meskipun ada periode pelemahan, IHSG juga diproyeksikan memiliki peluang untuk rebound terbatas, seperti yang terlihat pada prediksi 21 Mei 2026, dengan support di 6.280 dan resistance di 6.635. Tekanan jual yang terjadi pada akhir pekan lalu seringkali masih membayangi pergerakan pasar, namun sentimen positif dapat muncul dari berbagai faktor.

    Artikel TerkaitSelengkapnya
    Pekerja bercengkerama di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup naik 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

    IHSG Hari Ini 23 April 2026 Anjlok 2,16%, Begini Kata Analis

    Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

    IHSG Ditutup Melemah ke 7.106, Sektor Energi Jadi Penekan

    Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

    IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini, Saham-Saham Berikut Patut Dilirik

    Faktor Penggerak IHSG

    Faktor-faktor seperti kebijakan moneter Bank Indonesia, sentimen global (negosiasi AS-Iran), kebijakan pemerintah, dan kinerja emiten menjadi pendorong utama pergerakan IHSG.

    Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun global, yang menciptakan dinamika di pasar modal. Salah satu faktor domestik yang sangat signifikan adalah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI), khususnya suku bunga acuan atau BI Rate.

    Menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, pelaku pasar cenderung bersikap wait and see, karena keputusan BI Rate akan menjadi sentimen penting bagi pasar saham dan stabilitas nilai tukar rupiah. Kenaikan BI Rate, seperti yang terjadi pada Mei 2026 sebesar 50 bps menjadi 5,25%, dapat memengaruhi IHSG meskipun juga mendorong penguatan Rupiah.

    Faktor-faktor Utama Penggerak IHSG

    • Kebijakan Moneter: Keputusan BI Rate dan sikap Bank Indonesia terhadap stabilitas Rupiah sangat memengaruhi sentimen pasar.
    • Sentimen Global: Perkembangan negosiasi internasional (misalnya AS-Iran) dan harga minyak dunia dapat memengaruhi IHSG. Sentimen global negatif seringkali menekan IHSG.
    • Kondisi Ekonomi Nasional: Pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah, dan kebijakan pemerintah (misalnya rencana ekspor komoditas SDA melalui BUMN) adalah faktor penting.
    • Kinerja Emiten: Kinerja perusahaan yang tercatat di bursa, terutama emiten besar, memiliki dampak signifikan. Jika banyak perusahaan mencatat laba besar, IHSG cenderung menguat.
    • Sentimen Pasar dan Psikologis: Berita politik, isu global, dan kepercayaan investor juga berperan dalam fluktuasi IHSG.

    Investor perlu memahami orientasi investasi mereka, baik jangka pendek maupun jangka panjang, di tengah kondisi pasar yang fluktuatif akibat berbagai faktor penggerak ini. Indikator teknikal seperti volume beli pada saham perbankan dan konsumsi juga dapat memberikan sinyal perbaikan.

    Artikel TerkaitSelengkapnya
    Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Hery Gunardi dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV-2025, Kamis (26/2/2026). (Liputan6.com/Tira)

    Dirut BRI Beri Tips Investasi Saham saat IHSG Loyo

    Sebelumnya, sepanjang Senin (9/2/2026), pergerakan IHSG diwarnai penguatan 433 saham. Sementara, 252 saham melemah dan 136 lainnya stagnan. Tampak dalam foto, layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

    Cek Rekomendasi Saham saat Sentimen Negosiasi AS-Iran Masih Mempengaruhi

    Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 98,791 miliar senilai Rp67,823 triliun. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

    Pasar Wait and See Jelang Rapat Gubernur Bank Indonesia, Simak Sektor Kunci Penggerak IHSG

    Dampak MSCI pada IHSG

    Rebalancing indeks MSCI memiliki dampak signifikan terhadap arus dana asing dan pergerakan IHSG, karena menjadi acuan utama bagi banyak fund global dalam alokasi investasi.

    Pengumuman rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) memiliki dampak signifikan terhadap arus dana asing dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal ini karena banyak fund global menjadikan indeks MSCI sebagai acuan utama dalam menentukan alokasi investasi mereka.

    MSCI Indonesia Index dirancang khusus untuk mengukur kinerja segmen saham berkapitalisasi besar (large cap) dan menengah (mid cap) di pasar domestik, mencakup sekitar 85% dari total ekuitas yang tersedia di Indonesia. Sejak diluncurkan pada 31 Mei 1990, indeks ini telah menjadi barometer penting bagi investor yang berfokus pada pasar Tanah Air.

    Dampak Rebalancing MSCI pada IHSG

    • Aliran Modal Asing: Perubahan bobot atau keluarnya saham dari indeks MSCI dapat memengaruhi aliran modal asing ke pasar saham Indonesia.
    • Tekanan pada IHSG: Setelah pengumuman rebalancing MSCI, IHSG dapat mengalami tekanan, seperti yang terjadi pada 12 Mei 2026, di mana IHSG dibuka melemah 1,38% ke level 6.763,94.
    • Koreksi Wajar: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa pelemahan yang terjadi pasca-rebalancing MSCI masih dalam batas koreksi wajar dan tidak menunjukkan kepanikan di pasar.
    • Status Pasar Berkembang: Indonesia termasuk dalam kategori MSCI Emerging Markets, yang memengaruhi pandangan investor global terhadap risiko dan potensi pasar sahamnya, serta alokasi dana dari institusi investasi global.

    MSCI secara rutin melakukan penyesuaian atau rebalancing pada indeksnya, yang menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memicu pergerakan signifikan pada IHSG. Oleh karena itu, pemantauan terhadap pengumuman MSCI sangat penting bagi investor yang ingin memahami dinamika pasar saham Indonesia.

    Artikel TerkaitSelengkapnya
    Sebelumnya, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (29/1/2026) pagi dibuka melemah 357,76 poin atau 4,30 persen ke posisi 7.962,79. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

    MSCI Umumkan Rebalancing Besok, Ini Dampaknya ke Pasar Saham RI

    Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

    Apa Itu MSCI? Simak Peran Krusialnya Bagi Investor dan Dampak ke Pasar Saham RI

    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada perdagangan hari ini seiring dampak rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

    Penjelasan OJK Soal IHSG Tertekan Usai Pengumuman MSCI