Polemik Sekretaris Kabinet Nyetir Mobil Golf di Prambanan Tak Perlu Dipersoalkan

Hensa meminta publik tidak terburu-buru memandang peristiwa tersebut sebagai bentuk privilese atau perlakuan istimewa.

Diterbitkan 12 Juli 2026, 12:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Analis politik Hendri Satrio atau Hensa menyoroti polemik terkait Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang mengendarai mobil golf saat mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di kawasan Candi Prambanan beberapa waktu lalu.

Sorotan muncul setelah Menteri Kebudayaan Fadli Zon terlihat berjalan kaki, sementara Teddy mengemudikan mobil golf yang ditumpangi Prabowo dan Modi.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu menilai momen tersebut tidak perlu dibesar-besarkan karena terlihat adanya pembagian tugas antara Teddy dan Fadli Zon.

"Lagi-lagi Teddy mendapat sorotan karena mengendarai mobil golf yang ditumpangi Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi. Sementara Fadli Zon terlihat berjalan kaki. Menurut saya, tidak ada yang salah dengan situasi itu. Kalau dipikir-pikir, justru akan lebih aneh kalau yang mengemudikan mobil golf itu Fadli Zon," kata Hensa, seperti dikutip dari Antara, Minggu (12/7).

Menurut Hensa, Fadli Zon memiliki tugas yang berbeda selama kunjungan tersebut. Karena itu, akan sulit apabila Fadli harus mengemudikan kendaraan sekaligus memberikan penjelasan kepada Presiden maupun tamu negara.

"Maka dia akan kesulitan bicara, menjelaskan, sekaligus menyetir dan memberikan arahan-arahan. Itu malah makin membingungkan," ujarnya.

 

Yakin Presiden Tak Mempermasalahkan

Hensa menilai, posisi Teddy sebagai Sekretaris Kabinet membuatnya wajar menjalankan tugas mengemudikan kendaraan yang membawa Presiden. Ia juga menilai Prabowo tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Teddy memang menjabat sebagai Seskab, sehingga sangat mungkin salah satu tugasnya adalah memastikan mobilitas Presiden berjalan lancar, termasuk ketika harus mengemudikan kendaraan di area yang memang menggunakan mobil golf. Dari yang terlihat juga, Pak Prabowo tampak nyaman dengan itu," ujarnya.

Karena itu, Hensa meminta publik tidak terburu-buru memandang peristiwa tersebut sebagai bentuk privilese atau perlakuan istimewa.

"Dalam sebuah kunjungan kenegaraan, pembagian tugas sering kali sangat praktis. Ada yang bertugas mendampingi dan menjelaskan, ada yang memastikan mobilitas Presiden berjalan dengan baik. Selama tugas masing-masing berjalan, saya kira tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan," ucapnya.