Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Yanni, mengajak ribuan pelajar di Papua untuk menjadi generasi yang berpikir kritis dengan akal sehat, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan pendidikan sebagai bekal membangun masa depan Tanah Papua.
Pesan tersebut disampaikan Yanni saat menjadi pembicara dalam kegiatan Youth Camp GPdI di Biak, Rabu (1/7/2026), yang diikuti ribuan pelajar SMP dan SMA.
Dalam kegiatan tersebut, Yanni mengajak seluruh peserta berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ia juga memberikan hadiah kepada para siswa yang mampu membacakan naskah Pembukaan UUD 1945, menghafal Pancasila, serta mengajak peserta mengikuti permainan bisik berantai yang berisi pesan edukatif agar tidak mudah terprovokasi mengikuti demonstrasi maupun menyebarkan ujaran kebencian.
Advertisement
Menurut Yanni, generasi muda Papua harus terus belajar agar mampu membangun demokrasi yang berkeadaban, berpikir kritis dengan akal sehat, serta mendukung setiap kebijakan yang membawa manfaat bagi rakyat.
Bagi Yanni, bakat dan pola pikir anak-anak Papua harus diarahkan pada hal-hal yang produktif. Menurutnya, kemajuan Tanah Papua akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan, karakter, dan integritas. Karena itu, generasi muda Papua harus dipersiapkan menjadi pelaku utama pembangunan.
Ia menilai pembangunan sumber daya manusia merupakan inti keberhasilan Otonomi Khusus Papua. Besarnya anggaran, kata dia, tidak akan berarti apabila tidak mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu mengelola masa depan daerahnya sendiri.
Gagasan tersebut, lanjut Yanni, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan manusia sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Yanni juga mengajak para pelajar memahami demokrasi sebagai ruang untuk menyampaikan pendapat secara santun, rasional, dan bertanggung jawab. Menurutnya, sikap kritis harus lahir dari pengetahuan, bukan dari amarah. Perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi, tetapi cara menyampaikannya harus tetap mencerminkan etika dan budaya bangsa.
"Demokrasi harus menggunakan akal sehat. Kritik harus lahir dari fakta, disampaikan dengan etika, lalu menghadirkan solusi. Demokrasi bukan ruang untuk menebar kebencian," ujarnya.
Â
Jangan Mudah Terprovokasi
Ia mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terhasut mengikuti aksi yang belum dipahami persoalannya, terlebih jika diarahkan untuk menentang pemerintah. Menurutnya, tugas utama pelajar adalah belajar, membangun kapasitas diri, dan mempersiapkan masa depan.
"Jangan mudah ikut-ikutan hanya karena ajakan, tekanan lingkungan, atau iming-iming sesaat. Gunakan akal sehat, pahami persoalannya secara utuh, lalu tentukan sikap dengan penuh tanggung jawab," ujar Yanni, yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua.
Menurut Yanni, generasi muda perlu belajar melihat setiap kebijakan negara secara utuh. Jangan menolak hanya karena provokasi, tetapi juga jangan menerima begitu saja tanpa berpikir kritis. Setiap kebijakan harus diukur dari tujuan, manfaat, dan dampaknya bagi masyarakat.
"Pemerintah sedang bekerja keras menyempurnakan tata kelola agar pelaksanaannya semakin baik. Tujuannya baik, manfaatnya besar, maka sudah semestinya kita mendukung ikhtiar tersebut," katanya.
Di hadapan peserta Youth Camp, Yanni juga mengajak generasi muda memaknai panggilan sebagai saksi Kristus melalui tindakan nyata. Menurutnya, kejujuran, disiplin, kepedulian, kerja keras, dan semangat melayani jauh lebih bermakna daripada sekadar kata-kata.
Yanni berharap Papua memiliki generasi yang membangun, bukan generasi yang mudah diadu domba. Ia ingin anak-anak Papua tumbuh menjadi guru, dokter, pendeta, pengusaha, aparat, birokrat, maupun pemimpin yang mampu membawa Tanah Papua menjadi semakin maju, damai, dan makmur.
"Hari ini kalian adalah pelajar. Besok kalian akan menjadi pemimpin. Karena itu, jangan buang waktu untuk kemarahan dan kebencian. Warisilah ilmu, karakter, budi pekerti, dan semangat mengabdi. Di situlah masa depan Papua ditentukan," ujar Yanni.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9021847/original/092431900_1783004015-WhatsApp_Image_2026-07-02_at_20.47.01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8985802/original/018386000_1782988061-WhatsApp_Image_2026-07-02_at_16.53.27__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8977047/original/063418800_1782984368-1002436331.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8955702/original/086428700_1782973430-IMG-20210108-WA0173_copy_800x600_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8939651/original/039363300_1782965261-IMG-20260702-WA0077.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8603018/original/052251000_1782579260-1002413219.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8596205/original/024918400_1782567283-5-anggota-OPM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8547305/original/022165000_1782489278-1002410006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8412505/original/024012900_1782296564-PHOTO-2026-06-24-13-36-14__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8408808/original/036695300_1782292198-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_15.15.31.jpeg)