Sekolah Rakyat Mulai Sambut Siswa Baru di Berbagai Daerah

Sekolah Rakyat di 20 wilayah mulai siap digunakan seiring dimulainya tahun ajaran baru, dengan fasilitas pendidikan yang telah rampung dibangun.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 22:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerataan akses pendidikan nasional kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal itu sesuai dengan komitmen PT Nindya Karya (Persero) yang terus mendukung.

Seiring dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara serentak, Sekolah Rakyat yang dibangun oleh PT Nindya Karya (Persero) telah siap difungsikan menyambut peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027.

"Momentum ini menjadi wujud nyata dari komitmen Nindya Karya bersama pemerintah dalam menumbuhkan harapan bangsa. Gedung-gedung yang sebelumnya berada dalam tahap konstruksi kini telah berubah menjadi ruang belajar yang siap mendukung proses pendidikan bagi generasi penerus bangsa," ujar Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah.

Dia menjelaskan, penyelesaian Sekolah Rakyat Tahap II yang dikerjakan PT Nindya Karya (Persero) tersebar 20 wilayah di empat provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Maluku.

"Proyek tersebut meliputi Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, Kota Makassar, Kabupaten Takalar, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan," ucap Firmansyah.

"Lalu Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kota Tual, serta Kabupaten Maluku Tengah," sambung dia.

 

Hadirkan Infrastruktur Pendidikan Merata

Menurut Firmansyah, persebaran pembangunan ini mencerminkan komitmen Nindya Karya dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang merata, termasuk menjangkau kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), sehingga semakin banyak anak Indonesia memperoleh akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak.

"Kawasan pendidikan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, di antaranya gedung sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, hingga gedung serbaguna," kata dia.

Firmansyah mengatakan, untuk mendukung proses pembelajaran yang holistik, kawasan ini turut dilengkapi dengan ruang terbuka hijau serta berbagai sarana olahraga dan fasilitas penunjang.

"Di beberapa lokasi, kawasan pendidikan juga dilengkapi dengan lapangan sepak bola berstandar FIFA, jogging track, lapangan basket, area serbaguna, dan taman edukasi," ucap dia.

"Seluruh fasilitas tersebut didukung oleh sistem pengelolaan lingkungan yang dirancang untuk mewujudkan kawasan pendidikan yang berkelanjutan," sambung Firmansyah.

 

Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Firmansyah menekankan, dimulainya kegiatan MPLS menjadi momen penting yang menunjukkan bahwa hasil pembangunan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan. Dimulainya kegiatan MPLS menjadi bukti bahwa hasil pembangunan yang dikerjakan Nindya Karya sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ucap dia.

"Keberhasilan proyek ini bukan hanya diukur dari rampungnya konstruksi, tetapi dari manfaat yang terus dirasakan oleh generasi penerus bangsa," sambung Firmansyah.

Menurut dia, sebagai BUMN konstruksi yang dipercaya mengerjakan pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia, PT Nindya Karya (Persero) memastikan setiap proses pembangunan dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, serta ketepatan waktu.

"Bagi PT Nindya Karya (Persero), keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung program strategis nasional," kata dia.

"Tidak hanya menghadirkan bangunan yang selesai tepat waktu dan berkualitas, perusahaan juga memastikan setiap fasilitas siap digunakan sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sejak hari pertama kegiatan belajar mengajar dimulai," jelas Firmansyah.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang merata.

"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul serta mendukung pemerataan akses pendidikan," jelas Dody.