Chimot Mundur dari For Revenge Setelah 20 Tahun Bersama

Drummer For Revenge, Chimot, mengundurkan diri dari posisi yang sudah ia tempati selama 20 tahun karena cedera kaki. Baca selengkapnya di sini yuk.

Diterbitkan 02 November 2026, 12:46 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Chimot, drummer for Revenge, resmi mengundurkan diri dari band.
  • Pengumuman dilakukan saat konser 20 tahun for Revenge, Titik Sadrah di Bandung.
  • Keputusan ini karena cedera yang dialami Chimot setelah 20 tahun bersama band.

Liputan6.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari band for Revenge. Archims Pribadi atau yang akrab disapa Chimot resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai drummer band yang telah membesarkan namanya. Keputusan tersebut disampaikan di tengah konser tunggal bertajuk Titik Sadrah yang digelar untuk merayakan 20 tahun perjalanan for Revenge di Eldorado Sport & Convention Hall, Bandung, Sabtu (31/10/2026).

Pengumuman itu menjadi momen emosional dalam konser yang dipersembahkan oleh Antara Suara dan Sony Music. Pasalnya, Chimot merupakan satu-satunya personel pendiri sekaligus anggota orisinal yang masih bertahan di for Revenge. Setelah dua dekade bersama, ia memutuskan untuk mengakhiri perjalanannya dengan band tersebut karena rentetan cedera yang dialaminya belakangan ini.

Chimot Alami Cedera Kaki

Cedera yang dialami Chimot menjadi alasan di balik keputusan besar tersebut. Meski tidak merinci jenis maupun dampak cedera yang dialaminya, kondisi itu menjadi bagian dari pertimbangan untuk mengakhiri kiprahnya bersama for Revenge. Keputusan ini sekaligus menjadikan konser Titik Sadrah sebagai penampilan perpisahan yang memiliki arti khusus bagi Chimot, personel band, dan para penggemar.

Pencapaian Terbesar

Chimot mengungkapkan bahwa menjadi bagian dari for Revenge selama 20 tahun merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam hidupnya. Ia mengenang berbagai pengalaman yang telah dilalui bersama band, mulai dari masa-masa sulit hingga akhirnya bisa tampil di hadapan banyak penggemar. Meski tidak mudah, ia merasa setiap perjalanan memiliki waktunya masing-masing.

Pernyataan Chimot

"Menjadi bagian dari for Revenge selama 20 tahun adalah salah satu titik tertinggi dalam hidup saya. Banyak hal yang sudah kami lalui bersama, mulai dari masa-masa sulit sampai bisa berada di panggung ini dan bertemu dengan begitu banyak orang yang mencintai musik kami. Tentu tidak mudah untuk sampai pada keputusan ini. Namun, saya merasa setiap perjalanan punya waktunya masing-masing," ungkap Chimot.

Konser Rangkuman Perjalanan For Revenge

Konser Titik Sadrah sendiri dirancang sebagai pertunjukan yang merangkum perjalanan for Revenge selama dua dekade. Sepanjang acara, band mengajak penonton mengikuti berbagai fase perjalanan mereka, mulai dari masa sulit, konflik, hingga proses menerima kehilangan. Deretan lagu yang dibawakan menjadi bagian dari cerita tersebut, disertai sejumlah momen spesial dan kejutan yang membuat suasana konser terasa lebih dekat dengan para pendengar.

Berharap Titik Sadrah Jadi Bagian Cerita

Vokalis for Revenge, Boniex Noer, menyebut konser tersebut sebagai persembahan khusus untuk para penggemar yang telah menemani perjalanan band selama ini. Menurutnya, dua dekade perjalanan for Revenge tidak hanya menjadi cerita para personel, tetapi juga melibatkan orang-orang yang tumbuh bersama lagu-lagu mereka. Ia berharap penonton dapat merasakan perjalanan tersebut sebagai bagian dari cerita mereka sendiri.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dokter Gia Pratama Bagikan Kabar Kehamilan Istri, Deddy Corbuzier Ikut Terharu

Wulan Noviarina AnggrainiTim Redaksi
Copy Link
Batalkan