Kris Dayanti di Usia 50 Tahun Tekuni Wushu hingga Raih Medali Emas

Kris Dayanti menjaga kebugaran di usia 50 tahun dengan wushu. Setelah lima tahun berlatih, ia berhasil membawa pulang medali emas.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 12:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kris Dayanti (50) memilih wushu untuk menjaga kesehatan dan mencegah demensia.
  • Ia meraih medali emas setelah 5 tahun berlatih wushu dan cek kepadatan tulang.
  • Selain wushu, ia rutin kardio dan berenang untuk pemulihan serta pernapasan.

Liputan6.com, Jakarta - Di usia 50 tahun, Kris Dayanti memilih menjaga tubuhnya lewat olahraga. Wushu jadi pilihannya, dan dari situ ia sudah membawa pulang medali emas.

"Jangan! Baru 50 jangan pikun. Tapi dengan olahraga saya menunda itu supaya gak ada demensia, supaya gak pikun, gitu. Makanya olahraga wushu gitu," ujar Kris Dayanti saat ditemui di Plaza Senayan, Rabu (7/10/2026).

Kris Dayanti sudah sekitar lima tahun menekuni wushu. Sebelum ikut bertanding, ia lebih dulu memeriksakan diri ke dokter tulang.

"Jadi sebelum saya 5 tahun belajar wushu, sebelum saya ikut tanding, saya ketemu dokter tulang dulu, Profesor Nicolaas," katanya.

Periksa Kepadatan Tulang Sebelum Ikut Kejuaraan

Hasil pemeriksaan kepadatan tulangnya ternyata bagus. Setelah itu, dokter baru mengizinkannya ikut kejuaraan.

"Begitu cek bone density saya bagus di atas rata-rata, 60% masih bagus, warna masih hijau, di maksudnya di di skrin warnanya masih bagus, dokter baru mengizinkan saya untuk boleh ikut championship, gitu," jelasnya.

Kris Dayanti menegaskan ia tidak mau asal ikut cabang olahraga, apalagi yang dipertandingkan. Menurutnya, atlet wajib mengantongi surat dari dokter.

"Jadi memang saya gak bisa sembarangan ikut cabang olahraga apalagi untuk dipertandingkan kalau gak dapet referensi surat dari dokter. Apalagi kalau atlet, setiap mau ikut pertandingan harus ada surat jalan dari dokter," katanya.

Rajin Olahraga Lainnya

Selain wushu, Kris Dayanti juga rutin kardio dan berenang. Renang ia pilih sebagai pemulihan setelah latihan.

"Kardio sama renang sih ya yang paling bagus. Karena dua kali latihan di join di sasana wushu, seperti hari ini saya berenang karena untuk apa, recovery," katanya.

"Untuk penyembuhan sakit-sakitnya tuh dengan berenang tuh bagus banget. Selain juga untuk menyelam juga, untuk pernapasan, diafragma juga dari berenang," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Rebecca Klopper Konsultasi Terkait UU ITE di Bareskrim Polri, demi Antisipasi Hal Merugikan

Febi Anindya KiranaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan