7 Karya Maestro Indonesia yang Sering Dinyanyikan Ulang oleh Generasi Muda

Dari Bengawan Solo hingga Kangen, ini 7 karya maestro Indonesia yang selalu dinyanyikan ulang generasi muda. Mana versi favoritmu?

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 17:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Karya maestro Indonesia tak pernah benar-benar hilang dari panggung musik. Dari keroncong Bengawan Solo hingga pop Kangen, tujuh lagu ciptaan para maestro ini terus dibawakan ulang generasi muda dengan aransemen dan warna vokal yang segar.

Pola itu terlihat dari sejumlah proyek daur ulang. Pada Juni 2025, sepuluh musisi muda membawakan ulang sepuluh lagu Yovie Widianto. Yura Yunita juga menyanyikan ulang lagu Dewa 19 dalam rangkaian rilisan menuju perayaan 30 tahun grup tersebut.

Daftar ini disusun berdasarkan lagu yang tercatat dibawakan ulang musisi lain, lengkap dengan tahun penciptaan dan versi barunya. Urutannya kronologis, bukan peringkat. Berikut ulasan lengkap yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (7/10/2026).

1. Bengawan Solo, Keroncong Gesang yang Menembus Batas Negara

Gesang Martohartono menulis Bengawan Solo pada 1940, saat berusia 23 tahun. Lagu ini sudah diterjemahkan ke 13 bahasa, termasuk Jepang, Inggris, Rusia, dan Mandarin. Jepang bahkan mendirikan Taman Gesang di dekat Bengawan Solo pada 1983.

Di dalam negeri, keroncong ini tetap dijaga komunitas muda. Pada haul ke-12 Gesang, 20 Mei 2022, Komunitas Keroncong Muda Surakarta dijadwalkan tampil bersama Endah Laras dan Woro Mustiko. Gesang lahir di Solo pada 1 Oktober 1917 dan wafat pada 20 Mei 2010 di usia 92 tahun.

2. Rayuan Pulau Kelapa, Lagu Cinta Tanah Air Ismail Marzuki

Rayuan Pulau Kelapa diciptakan Ismail Marzuki pada 1944. Lagu bertema cinta Tanah Air ini bahkan dipahatkan di batu nisan sang komponis di TPU Karet Bivak, Jakarta. Ismail dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2004.

Generasi muda mengenalnya lewat berbagai versi baru. Endank Soekamti mengaransemen ulang lagu ini pada 2015. Versi itu menunjukkan bahwa lagu yang lahir di masa perjuangan masih bisa dibawakan dengan napas band masa kini.

3. Sepasang Mata Bola, Lagu Wajib Nasional yang Direkam Ulang

Sepasang Mata Bola dirilis pada 1946. Lagu ini termasuk sembilan karya Ismail Marzuki yang dijadikan lagu wajib nasional. Ismail wafat pada 25 Mei 1958 di usia 44 tahun, tetapi ratusan lagunya terus hidup.

Sheila On 7 merekam ulang Sepasang Mata Bola pada 2014. Bagi pendengar yang tumbuh dengan pop-rock era 2000-an, versi tersebut menjadi pintu masuk menuju repertoar sang komponis.

4. Kupu-Kupu Malam, Potret Empati ala Titiek Puspa

Kupu-Kupu Malam diciptakan Titiek Puspa pada 1977. Lagu ini mengisahkan kehidupan perempuan malam dengan pendekatan penuh empati, menjauh dari stigma negatif. Titiek Puspa wafat pada 10 April 2025 di usia 87 tahun setelah berkarya lebih dari enam dekade.

Pada 2005, Musica Studio's menggandeng musisi muda untuk album kompilasi From Us to U. Peterpan, yang kini berganti nama menjadi Noah, membawakan Kupu-Kupu Malam dengan aransemen baru. Album yang sama memuat Cinta oleh Rossa, Dansa Yo Dansa oleh Kahitna, dan Bimbi oleh Ungu.

5. Lilin-Lilin Kecil, Karya James F. Sundah yang Dinyanyikan Lintas Generasi

James F. Sundah menulis Lilin-Lilin Kecil pada usia 21 tahun untuk Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors 1977. Lagu itu finis di peringkat kelima, lalu melambungkan nama Chrisye yang dipilih sebagai penyanyinya. Sundah wafat pada 7 Mei 2026 di New York, Amerika Serikat.

Menurut catatan Wikipedia, lagu ini sudah dibawakan ulang lebih dari lima puluh penyanyi dan grup. Chrisye sendiri merekamnya kembali pada 1992 dalam EP Cintamu Telah Berlalu. Karya Sundah juga dikemas ulang musisi muda, termasuk Fatin Shidqia Lubis, dalam album The Great Composers bersama lagu-lagu Oddie Agam.

6. Kangen, Warisan Dewa 19 dan Ahmad Dhani

Kangen adalah lagu Dewa 19 yang dirilis sejak 1992. Lagu ini sudah punya tempat khusus di hati pencinta musik Indonesia, sehingga membawakannya ulang bukan pekerjaan ringan.

Yura Yunita mendapat kepercayaan itu. Ia menyanyikan Kangen dan Risalah Hati dengan aransemen orkestra yang digarap bersama Ahmad Dhani, dalam rangkaian menuju perayaan 30 tahun Dewa 19. Yura mengaku lagu tersebut sudah ada sebelum ia lahir.

7. Tak Kan Terganti, Karya Yovie Widianto dalam Versi Baru

Pada 4 Juni 2025, sepuluh musisi pendatang baru Universal Music Indonesia memperkenalkan versi baru sepuluh lagu Yovie Widianto. Shabrina Leanor membawakan Tak Kan Terganti. Sembilan lagu lainnya dinyanyikan Fajar Noor (Menjaga Hati), Mesa Hira (Merindu Lagi), Vanessa Zee, Angie Carvalho, Piche Kota, Kenriz, Rara Sudirman, Shakirra Vier, dan Anjelia Dom.

Aransemen modern digarap tim produser S/EEK dengan arahan vokal Barsena Bestandhi, disesuaikan dengan karakter tiap penyanyi. Pengerjaannya sekitar satu minggu, dan setiap lagu hadir bersama video lirik di kanal resmi Yovie Widianto. Yovie menyebut para musisi muda sebagai alasan karya-karyanya tetap bertahan.

Pertanyaan Seputar Karya Maestro Indonesia yang Sering Dinyanyikan Ulang oleh Generasi Muda

1. Apa yang dimaksud karya maestro Indonesia dalam daftar ini?

Lagu ciptaan komponis dan pencipta lagu besar Indonesia, seperti Gesang, Ismail Marzuki, Titiek Puspa, James F. Sundah, Ahmad Dhani, dan Yovie Widianto, yang kemudian dibawakan ulang musisi generasi berikutnya.

2. Lagu apa yang paling tua dalam daftar ini?

Bengawan Solo ciptaan Gesang, yang ditulis pada 1940.

3. Siapa yang menyanyikan ulang Kupu-Kupu Malam karya Titiek Puspa?

Peterpan, yang kemudian berganti nama menjadi Noah, membawakannya ulang pada 2005 dalam album From Us to U.

4. Berapa lagu Yovie Widianto yang dibawakan ulang musisi muda pada 2025?

Sepuluh lagu, masing-masing dibawakan satu dari sepuluh musisi muda Universal Music Indonesia.

5. Mengapa lagu lawas karya maestro terus dinyanyikan ulang?

Tema lagunya dinilai tak lekang zaman, dan musisi muda memberi warna baru lewat aransemen serta karakter vokal masing-masing.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6