Pasca Cerai dengan Nino Fernandez, Hannah Al Rashid: Aku Nggak Bisa Ikutin Ego Orang Lain

Hannah Al Rashid buka suara mengenai perceraiannya dengan Nino Fernandez.

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 11:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Hannah cerai karena tak ingin merendahkan diri mengikuti ego mantan suami.
  • Ia tidak merasa sendirian pasca cerai, banyak perempuan alami hal serupa.
  • Dukungan sahabat menjadi motivasi Hannah melewati masa sulit pasca cerai.

Liputan6.com, Jakarta - Hannah Al Rashid akhirnya buka suara pasca perceraiannya dengan Nino Fernandez pada Kamis (1/10/26) melalui channel siniar ‘Sini, Sis!’.

Siniar tersebut kembali menjadi perbincangan hangat di publik, usai sang mantan suami, Nino Fernandez, menjadi bulan-bulanan netizen karena awal mula hubungannya dengan Steffi Zamora yang diduga hasil dari perselingkuhan.

Melalui siniarnya, Hannah Al Rashid dengan tegas mengatakan bahwa alasan dirinya cerai dengan Nino Fernandez dikarenakan ia tidak ingin ‘merendahkan’ dirinya hanya untuk mengikuti ego orang lain (yang merujuk pada sang mantan suami).

“Tapi, yang gue tidak siap pada saat itu adalah segala up and down emotions yang sedang menyusul sesudah keputusan (untuk bercerai) itu,” ujar mantan aktris Awas Ada Sule tersebut.

Meskipun kala itu memutuskan mantap untuk bercerai, Hannah mengaku kalau keputusan yang ia ambil untuk bercerai dengan Nino bukanlah hal yang mudah.

Ia mengatakan sebelumnya bahwa banyak hal yang berkecamuk dalam dirinya, terutama perasaan bersalah kepada sang mantan suami.

Namun, setelah pertimbangan yang cukup panjang, mengingat kebiasaan Nino yang menurutnya tidak dapat berubah, pada akhirnya ia mantap untuk bercerai.

Nggak Merasa Sendirian Pasca Cerai

Dalam siniarnya, meskipun sempat merasa sedih dan emosional, Hannah Al Rashid mengaku dirinya ternyata tidak merasa sendirian selama proses perceraian hingga dinyatakan resmi bercerai oleh pengadilan agama.

Saat masih dalam proses bercerai, Hannah mengungkapkan kalau algoritma yang ada di sosial media nya mampu membawa dirinya melihat lebih luas lagi tentang perceraian.

Ia mengatakan, ternyata banyak perempuan yang juga merasakan quiet quitting, yang mana pada akhirnya para perempuan secara emosional menarik diri serta menutup diri dari hubungan dengan pasangan mereka yang sudah hambar tanpa harus mengakhiri hubungan.

Usai merasakan hal yang serupa, Hannah mengatakan pada akhirnya dirinya tidak merasa sendirian. Karena ternyata hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dan kerap terjadi dalam siklus sebuah hubungan.

“The person I divorced, is not the person I married,” tegas Hannah.

Sempat Merasa Tidak Siap Pasca Bercerai

Selama menjalani kehidupan pasca bercerai, Hannah mengaku awalnya ia belum siap dengan segala jatuh bangun kehidupan yang ia jalani.

Namun, pada akhirnya ia bersyukur karena memiliki sahabat dekat yang ia jadikan motivasi bahwa dirinya juga bisa melalui semua jatuh bangun pasca bercerai.

“Jadinya gue kayak punya contoh perempuan yang sudah melewati, and doing okay. Aku liat adanya harapan di Nadine (sahabatnya) dengan segala kekuatan yang dia punya, dia bisa melalui itu, dan gue pengen kayak gitu,” ujar Hannah.

Hannah juga berharap, semoga para perempuan di luar sana yang sedang berada dalam situasi serupa dapat memiliki support system untuk melewati masa-masa sulit yang sedang dilakui.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Mutia Ayu Kenang 6 Tahun Kepergian Glenn Fredly, Kini Fokus Besarkan Gewa

Qorry Layla ApriantiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan