Sahil Mulachela Curhat Abu Vulkanik Penuhi Rumahnya, Susah Dibersihkan!

Sahil Mulachela curhat soal sulitnya membersihkan abu vulkanik dari mobilnya di Threads, di tengah erupsi Anak Krakatau yang berdampak ke Jabodetabek.

Diterbitkan 07 September 2026, 12:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menurut Kepala Badan Geologi, Lana Saria, hasil pemantauan gabungan aktivitas vulkanik dan citra satelit menunjukkan sebaran abu erupsi telah bergerak ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, sebagian Jawa Barat dan DKI Jakarta, Lampung, hingga Bengkulu. Sebaran abu ini turut membuat sejumlah sekolah di Jakarta menerapkan pembelajaran jarak jauh pada 7 September 2026 sebagai langkah antisipasi.

Selain Anak Krakatau, sejumlah gunung api lain di Indonesia juga tercatat mengalami aktivitas vulkanik dalam periode yang hampir bersamaan, termasuk Gunung Semeru, Gunung Ibu, dan Gunung Ili Lewotolok, menambah kompleksitas kondisi kebencanaan geologi di berbagai wilayah Indonesia pada awal September 2026 ini.

"Cepet sehat Indonesiaku. Semoga yg kena musibah segera diangkat kesusahannya," tutup Sahil.

 

Risiko Abu Vulkanik bagi Kendaraan dan Kesehatan

Keluhan Sahil soal sulitnya membersihkan abu vulkanik dari mobilnya bukan tanpa alasan. Abu vulkanik yang menempel di kendaraan bukan sekadar debu biasa, karena partikelnya yang tajam serta mengandung silika dan sulfur berisiko menggores kaca, merusak lapisan cat, hingga mengganggu filter udara, sistem rem, dan AC kendaraan apabila tidak segera dibersihkan dengan benar.

Selain berdampak pada kendaraan, paparan abu vulkanik juga berisiko bagi kesehatan, terutama dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi mata, dan iritasi kulit. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap memantau informasi resmi dari lembaga terkait, serta menggunakan pelindung seperti masker saat beraktivitas di luar ruangan ketika sebaran abu sedang tinggi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Guntur MerdekawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan