Anak Zaskia Adya Mecca Jalani Prosedur Konka Reduction

Zaskia Adya Mecca ungkap anaknya, Kaba, jalani konka reduction untuk atasi hidung tersumbat akibat alergi. Simak ceritanya dan penjelasan mudahnya.

Diterbitkan 02 September 2026, 13:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Zaskia turut menyampaikan bahwa meski masih ada kemungkinan radang kembali terjadi di kemudian hari, perbaikan pada tulang hidung yang bengkok diharapkan membuat penyumbatan tidak akan separah sebelumnya. Tindakan ini dilakukan di bawah penanganan dokter spesialis THT, drg. Fairuz, di Brawijaya Antasari, dokter yang sama yang menangani tindakan serupa pada anak-anaknya yang lain.

"Tindakan 1jam, dan besok paginya udah bisa pulang. 3 hari pasca reduction masih mampet karena pemulihan, tapi insyaa Allah setelah itu nafas lebih lega. Kalau mau cek awal bisa ke dokter THT, semua anakku tindakan dengan @drfairuz_tht di @brawijayaantasari. Makasiii dook! Kaba sedang dalam masa pemulihan sekarang," tutup Zaskia.

Apa Itu Konka Reduction?

Supaya lebih gampang dipahami, di dalam hidung kita ada semacam "bantalan daging" kecil bernama konka, yang tugasnya menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara sebelum masuk ke paru-paru. Nah, kalau seseorang punya alergi berat atau sering radang, bantalan ini bisa membengkak terus-menerus sampai akhirnya menyumbat jalan napas di hidung.

Konka reduction adalah tindakan medis untuk mengecilkan kembali bantalan yang membengkak ini, supaya jalan napas jadi lebih lega. Bukan berarti bantalannya dibuang habis, ya, karena konka tetap dibutuhkan tubuh untuk fungsi normalnya. Tindakan ini hanya mengecilkan bagian yang membesar saja.

Prosedurnya sendiri terbilang ringan dan minim risiko, biasanya dengan bius, berlangsung sekitar satu jam, dan pasien bisa langsung pulang keesokan harinya. Beberapa hari pertama pemulihan, hidung memang bisa terasa mampet dulu, tapi setelah itu, napas biasanya jadi jauh lebih lega dibanding sebelumnya.

Kondisi hidung tersumbat kronis seperti ini biasa disebut dokter sebagai hipertrofi konka, dan sering kali disebabkan oleh alergi, infeksi berulang, atau memang ada kelainan bentuk tulang hidung sejak lahir. Kalau anak sering bernapas lewat mulut, mendengkur saat tidur, atau hidungnya sering mampet tanpa sebab jelas, ada baiknya diperiksakan ke dokter spesialis THT untuk mengetahui penyebab pastinya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Guntur MerdekawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan