Pagelaran Sabang Merauke 2026 Angkat Sosok Ibu dan Perempuan dalam Panggung Megah

Premiere show Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia Yang Punya: Hikayat Srikandi Nusantara

Diterbitkan 21 Agustus 2026, 21:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pagelaran Sabang Merauke 2026 menampilkan 'Hikayat Srikandi Nusantara' di Indonesia Arena.
  • Kisah Malin Kundang dan lagu 'Sio Mama' Maluku menjadi sorotan emosional pertunjukan.
  • Pertunjukan ini lebih megah, mengangkat sosok perempuan legendaris dari berbagai daerah Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tak tahu legenda Malin Kundang dari Sumatra Barat? Di “Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia Yang Punya: Hikayat Srikandi Nusantara”, kisah ini diapresiasi dan ditampilkan dalam panggung megah yang dihelat di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat.

Dalam premiere show yang dihelat pada hari ini, Jumat (21/8/2026), kisah ibunda Malin Kundang diceritakan di scene 6, diawali dengan irama lagu “Kambanglah Bungo”. Wanita yang dikisahkan bernama Mandeh Rubayah ini bersedih hati lantaran mengetahui anaknya telah berubah menjadi batu karena doanya.

Dalam penampilan itu, Mandeh Rubayah yang diperankan oleh Mirabeth Sonia, mengungkapkan perasaan duka dan kehilangannya sebagai seorang Ibu.

“Kini kau membatu, dan hati Ibu pun ikut membatu dalam penyesalan yang tak berujung,” begitu emosi wanita itu, seperti tertuang dalam keterangan tertulis acara ini.

Tak hanya cerita Malin Kundang, di scene Sumatra Barat ini juga menampilkan penampilan luar biasa dari Tapuak Galembong, Tari Kreasi Minang, Silek Harimau, dan juga Tari Kreasi Piring yang penarinya lincah menari di atas tajamnya beling.

Lagu Sio Mama Asal Maluku Membawa Suasana Haru

Mengusung tema “Hikayat Srikandi Nusantara”, pada scene 15 yang menampilkan Maluku lagu “Sio Mama” disenandungkan oleh Alsant Nababan mengundang perasaan sedih dan kenangan indah bersama Ibu.

Pada sore itu tepatnya pada Jumat, (21/8/2026), para penonton di Indonesia Arena diheningkan dan tersentuh oleh penampilan lagu “Sio Mama”.

Berbeda dengan lagu “Hai Rame-Rame” yang ditampilkan meriah dengan banyak seniman tari, lagu “Sio Mama” menampilkan Alsant Nababan, sosok ibu, dan anaknya yang masih kecil.

Lagu ini membuat sejumlah penonton menangis lantaran penampilan dan arti mendalam lagu ini. Tak hanya tentang hormat seorang anak kepada ibunya yang merawat dari kecil, tetapi juga tentang waktu yang terus berjalan dan mengubah kehidupan.

 

Menampilkan Berbagai Daerah di Indonesia

 

Sesuai dengan namanya, Pagelaran Sabang Merauke, penampilan ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian penampilan dari daerah-daerah di Indonesia.

Di antaranya adalah seperti Jawa Tengah, Aceh, Sumatra Utara, Jambi dan Riau, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Bali, dan Papua.

Pagelaran Sabang Merauke 2026 Digelar Megah

 

Seperti yang sebelumnya diberitakan di kanal showbiz Liputan 6, "Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya" digelar lebih megah dari sebelumnya. Mengusung tema “Hikayat Srikandi Nusantara”, pertunjukan seni budaya ini akan selenggarakan pada 21-23 Agustus 2026, di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.

Jika seri sebelumnya mengangkat cerita rakyat, untuk seri tahun 2026 ini fokus menapilkan narasi pertunjukan pada sosok-sosok legendaris perempuan Nusantara. Vice President Director & Deputy CEO iForte, Silvi Liswanda, menjelaska perbedaan mendasar antara pagelaran tahun lalu dengan tema yang mereka usung sekarang.

"Tahun lalu kita dengan tema Hikayat Nusantara, membangun romantisme cerita-cerita rakyat. Tahun ini Hikayat Srikandi Nusantara yang mengangkat perempuan-perempuan yang luar biasa, yang mengawal perjalanan bangsa ini," jelasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Mahalini Gelar Konser Gratis di Lippo Icon Gajah Mada, Catat Tanggalnya!

Afradhiya N. R, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan