Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta Kamdani mengatakan, tantangan industri hijau saat ini bukan lagi sekadar soal ketersediaan teknologi. Menurut dia, teknologi yang ada perlu diterapkan dalam skala industri dan memberikan manfaat bagi dunia usaha.
"Ujian berikutnya jauh lebih menuntut: Bisakah teknologi tersebut bekerja pada skala industri? Bisakah bisnis menanggungnya, dan apakah pasar serta sistem kita siap mendukungnya?” ujar Shinta dalam acara Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Shinta menambahkan, dunia usaha tidak perlu menunggu teknologi yang sempurna, melainkan memahami di mana teknologi saat ini sudah bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi sambil membangun kapabilitas.
Advertisement
Menurut dia, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kesiapan investasi dengan mengubah peluang transisi hijau menjadi rencana bisnis yang dapat didanai (bankable business cases).
Berdasarkan survei terhadap perusahaan di Indonesia, sebanyak 21,49% perusahaan telah memiliki peta jalan dekarbonisasi. Namun, 77,42% belum mengadopsi energi terbarukan. Sementara itu, 66% perusahaan menyebut pembiayaan sebagai kendala utama dalam melakukan transisi hijau.
Shinta mengatakan, pengembangan industri hijau membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah perlu menghadirkan kepastian kebijakan dan infrastruktur pendukung, sementara dunia usaha mendukung sektor investasi dan teknologi.Di sisi lain, lembaga keuangan berperan menyokong modal untuk mendukung transisi tersebut.
Shinta juga mengatakan, kerangka regulasi perlu disesuaikan agar Indonesia dapat menjadi bagian dari rantai pasok global.
"Jika Indonesia ingin menjadi bagian dari rantai pasok global, kita harus menyesuaikan kerangka regulasi dan menyelesaikan masalah kelayakan investasi ini,” kata Shinta.
Menurut Shinta, keberhasilan industri hijau pada akhirnya tidak hanya dilihat dari teknologi dan pembiayaan, tetapi juga dari manfaatnya bagi masyarakat.
“Sekalipun teknologi dan pembiayaannya ada, industri hijau baru dapat dikatakan sukses jika berhasil membuka lapangan kerja dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia,” ujar dia.
Pengusaha Tak Mau Gegabah Geber Industri Hijau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4208763/original/090133300_1667177338-publikasi_1667133757_635e713ded028.jpeg)
Sebelumnya, Pengusaha memandang pentingnya pengembangan industri hijau di Indonesia. Namun, pengembangan ini tak bisa dilakukan secara tergesa-gesa agar tidak salah langkah.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bob Azam mengacu pada industri hijau di Eropa misalnya yang malah berdampak buruk. Termasuk menciptakan green inflation, yakni kenaikan harga barang imbas transisi ke ekonomi hijau yang terburu-buru.
"Jadi memang enggak gampang, kita harus belajar pengalaman negara-negara Eropa. Negara Eropa juga sangat berambisi menjadi leaders di industri hijau, tapi akibatnya over investment, akibatnya terjadi green inflation," ungkap Bob, ditemui di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (30/7/2025).
"Jadi enggakk boleh juga kita terlalu agresif tanpa memikirkan financing-nya dan segala sesuatu, oleh karena itu kita harus wise (bijak)," imbuhnya.
Bob menyampaikan, target terdekatnya sekarang adalah memastikan penurunan emisi karbon itu bisa tercapai pada 2030. Caranya melalui penerapan energi baru terbarukan (EBT).
Kendati begitu, penerapan ini tak bisa dilakukan sembarangan. Langkahnya harus berbarengan dengan upaya efisiensi biaya, sehingga pendanaannya menjadi lebih rasional.
"Sebab kalau kita hanya mengandalkan renewable energy (EBT) itu akan mahal sekali, tapi kalau kita combine dengan efisiensi, cost kita turun di sini. Cost kita turun ini, ini bisa di complementary dengan penemuan energi terbarukan. Jadi energi terbarukan dan efisiensi ini harus, kalau enggak cost-nya akan melambung tinggi," pintanya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8267016/original/061315600_1782115624-Wayan_Koster_-_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280875/original/081904900_1752290852-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366610/original/070754600_1791272536-cek_fakta_wayan_koster.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367129/original/086153000_1791299651-shinta_apindo.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5394136/original/044554100_1761627098-WhatsApp_Image_2025-10-28_at_08.54.35__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8589920/original/021374900_1782556228-jateng.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367130/original/026794400_1791299792-WhatsApp_Image_2026-10-06_at_18.22.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365536/original/002693000_1791182913-15145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8821088/original/039186700_1782912172-gedung_ditjen_pajak-1_Juli_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315659/original/030638000_1785848597-12710.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2843652/original/051367500_1562145738-yayaya_oke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5066207/original/065685300_1735200702-063_2188387322.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363405/original/094446300_1790857719-publikasi_1790852625_6abe3e11d4523.jpeg)