Idgitaf Ungkap Penyesalan Masa Lalu, Kirim Pesan untuk Para Musisi Baru

Idgitaf menjelaskan, peristiwa ini terjadi di backstage sebuah acara, dan ia bertemu dengan grup Reality Club.

Diterbitkan 29 Juni 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa tahun lalu, Brigitta Sriulina Beru Meliala mengekspresikan diri lewat berbagi cover lagu-lagu hits di media sosial. Kini, ia dikenal publik lewat nama panggung Idgitaf, hingga punya koleksi lagu hits yang viral dan populer.

Sejak merilis “Takut” pada 2021 lalu, ia juga sudah cukup banyak makan asam garam di industri musik Tanah Air. Dalam event Loud & Clear Spotify yang dihelat di Jakarta pada Kamis (25/6/2026) lalu, ia sempat berbagai saran kepada musisi baru yang kini tengah meniti karier.

“Berinteraksilah dengan musisi lain, secepatnya,” tutur wanita 25 tahun ini.

Ia rupanya tak ingin ada yang mengulang kesalahan seperti yang pernah ia lakukan. Idgitaf menjelaskan, hal ini terjadi di backstage sebuah acara, dan ia bertemu dengan grup Reality Club.

Saat itu, Idgitaf yang masih “anak baru” di dunia musik, merasa tak pede untuk berinteraksi dengan Fathia Izzati dkk. “Waktu itu aku merasa malu banget, dan merasa begitu inferior di hadapan mereka,” kata Idgitaf.

Namun begitu kembali ke hotel, ia merasa begitu menyesal karena tak berani menyapa pelantun “Anything You Want” ini, dan tak tahu apakah kesempatan yang sama akan muncul kembali.

“Lakukan saja, karena kalian tak akan tahu insight apa yang akan mereka bagi kepadamu. Bahkan mungkin kalian bisa mengutarakan beban yang kalian rasakan,” kata dia.

Reality Club:

Sementara itu Reality Club—yang juga hadir dalam Loud & Clear Spotify—juga sempat berbagai pesan kepada musisi baru yang tengah meniti karier. Yaitu authenticity, alias karya yang jujur dan tulus. Faiz Reality Club memahami, bahwa saat ini mudah rasanya untuk menjadikan angka atau statistik sebagai patokan keberhasilan.

“Bila bicara tentang seni, kurasa yang terbaik adalah menemukan apa yang ingin kalian lakukan, benar-benar dari dalam hati, bukan demi mengejar target atau angka,” kata Faiz.

 

Karya yang Otentik

Faiz juga meyakini, karya yang autentik justru pada akhirnya akan menemukan audiens yang benar-benar terkoneksi dengannya. “Lagi pula, sebuah karya musik tak selalu bisa langsung meledak sejak awal,” kata dia.

Ia menyimpulkan, “Autentisitas adalah hal yang akan menggendongmu, dan angka-angka itu akan mengikutinya.

Perkembangan Musik Indonesia di Spotify

Sementara itu, dalam event Loud & Clear, Spotify mengabarkan tren positif mengenai musik Indonesia. 

Managing Director Spotify Southeast Asia Gustav Back, mengungkap bahwa tahun lalu, artis-artis Indonesia ditemukan secara perdana oleh pengguna Spotify sebanyak hampir 6,3 miliar kali. "Ini adalah angka yang luar biasa besar," kata Gustav Back.

Ia menambahkan, bahwa pengguna Spotify Indonesia memberikan perhatian besar pada perkembangan musik Tanah Air, sehingga membuatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Salah satu data yang ia buka, adalah pada 2025 lalu, 80 persen lagu yang muncul di Daily Top 50 berasal dari musisi Indonesia.  "Pekan lalu seluruh posisi top 10 di Top 50 wilayah Indonesia, berasal dari artis Indonesia," ia menambahkan. 

Tak kalah membanggakan, karena musisi Indonesia juga mendapat tempat terhormat secara global. Hal ini terlihat dari royalti yang diterima musisi Tanah Air dari Spotify. Lebih dari 60 persen dari seluruh royalti yang dihasilkan artis Indonesia di platform ini berasal dari pendengar di luar negeri.

Sementara secara keseluruhan, ada kenaikan sebesar 16 persen royalti yang diterima artis Indonesia pada 2025 dibanding tahun sebelumnya. Bahkan kenaikannya mencapai dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan