Judul Film Soekarno Salah Tulis?

Banyak hal yang dapat dikupas dari film Soekarno. Selain adegan-adegan menarik, ada juga yang janggal dari judul film tersebut.

Diterbitkan 16 Desember 2013, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Banyak hal yang dapat dikupas dari film Soekarno. Selain adegan-adegan menarik sepanjang 2 jam 17 menit, bila diperhatikan benar, ada yang janggal dalam judul film itu.

Di menit-menit awal, sang sutradara, Hanung Bramantyo, memperkenalkan film ini dengan ejaan lama, yakni Soekarno. Padahal, penulisan nama yang benar untuk tokoh proklamator itu ialah Sukarno. Apakah Hanung salah tulis?

Rupanya, Hanung sengaja memakai ejaan lama. Ini terlihat dari huruf 'OE' dalam film diberi penekanan warna merah, sementara huruf lainnya diberi warna putih. "Saya ingin menunjukkan bahwa sejak awal Bung Karno menulis namanya itu dengan hurus ‘U’ untuk nama Sukarno. Bukan Soekarno,” jelas Hanung dalam rilis yang dikirimkan rumah produksi MVP Pictures kepada Liputan6.com, Senin (16/12/2013).

H

anung ingin menunjukkan, selain seorang bapak bangsa, Bung Karno juga sosok yang visioner dalam pembendaharaan bahasa Indonesia. "Sebelum Ejaan OE disempurnakan, beliau sudah menyempurnakan terlebih dahulu," tandas Hanung.

Padahal, menurut literatur bahasa, di zaman kemerdekaan, masyarakat memakai ejaan lama yang disebut dengan 'Edjaan Soewandi'. Barulah pada 1974, atau sekian tahun setelah Bung Karno tak lagi berkuasa, ejaan diperbaiki menjadi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). (Jul/Mer)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Potret Adegan dan Sinopsis Sinetron SCTV Wajah Cinta yang Lain Ep. 33, Jumat 7 Agustus 2026 Pukul 19.54 WIB

Julian Edward, merTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan