Afgan Ingin Ajak Penggemar Menelusuri Perjalanan Musiknya Lewat Konser Retrospektif

Dalam konser nanti, penonton diajak seolah-olah membaca buku harian milik Afgan.

Diterbitkan 15 Mei 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Persiapan matang pun dilakukan sejak jauh-jauh hari dengan melibatkan nama-nama. Dolly menekankan bahwa keseriusan tim terlihat dari pemilihan personil yang akan mengatur jalannya acara, mulai dari pengarah panggung hingga penata cahaya.

"Bukti keseriusan ini kami merangkul orang-orang luar biasa, seperti Mas Erwin. Kita juga menghadirkan Mas Widi sebagai head of production. Saptoto head creative kita. Ada juga Mas Sabil yang akan merancang panggung dan desain panggung, lighting. Enggak kalah serunya Mbak Asti yang akan memimpin show sebagai show director," jelas Dolly.

Membuka Diary Afgan

Dari sisi kreatif, penonton nantinya diajak seolah-olah membaca buku harian milik Afgan melalui bantuan visual yang memukau. Saptoto Prasetyo menjelaskan bahwa konsep panggung yang diusung merupakan gabungan dari elemen-elemen terbaik dari konser masa lalu sang penyanyi.

"Basic-nya, ini first time Afgan open up diary-nya dia. Jadi kita bisa lihat ceritanya full dari visual. Nanti panggungnya kita bilangnya ada mirror perspektif ya. Nanti akan ada Floor LED. Kita ambil inspirasi dari panggung-panggung konser Afgan sebelumnya. Kita gabungkan jadi satu dan elevate," kata Prasetyo.

Selain musikalitas yang megah, konser diramaikan oleh kehadiran bintang tamu spesial yang dipilih secara ketat. Ada tiga penyanyi yang dianggap paling memiliki kesan mendalam, meskipun masih dirahasiakan sosoknya.

"Kita ada bintang tamu yang sudah tidak diragukan lagi. Dan pilihannya tidak banyak. Kita cukup pilih, kita kurasi ada tiga. Tiga ini sangat-sangat memorable dan terbaik," tambah Prasetyo.

Kembali Bekerja Sama dengan Erwin Gutawa

Bagi Afgan sendiri, bekerja sama kembali dengan Erwin Gutawa memberikan tantangan yang membuatnya lebih hidup sebagai musisi. Ia merasa setiap lagu yang akan dibawakan nanti memiliki "keajaiban" baru melalui proses latihan yang sangat detail.

"Semuanya sih karena Om Erwin selalu tantang saya, dan saya senang tantangan. Jadi terasa banget spesialnya, latihannya dikulik banget. Jadi nggak cuma aransemen baru, tapi bagimana setiap lagu dengan magic-nya masing-masing," tutur sang penyanyi.

Erwin Gutawa menambahkan bahwa aransemen orkestra yang ia siapkan bertujuan untuk memberikan pengalaman emosional bagi penonton yang lagunya sudah menemanikisah hidup mereka. Ia yakin sentuhan orkestrasi akan membuat lagu-lagu hits tersebut terasa lebih bermakna.

"Dengan konsep itu saya rasa jadi lebih menarik lah. Apalagi lagu Afgan kan katanya sudah menemani kisah hidup banyak orang. Dengan orkestra saya rasa bisa beri pengalaman lebih untuk kalian," pungkas Erwin Gutawa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan