Ratu Meta dan Anisa Bahar Ungkap Jadi Korban Dugaan Penipuan, Awalnya Niat Bantu Teman

Menurut Ratu Meta, total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Diterbitkan 09 April 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di sisi lain, Anisa Bahar ternyata tidak menyadari uang yang dipinjamkannya melalui Ratu Meta tersebut akan disalurkan kepada NF. Pemilik "Goyang Patah-Patah" ini mengaku memberikan pinjaman murni karena rasa percayanya kepada sang sahabat.

"Saya nggak tahu kalau buat travel. Kalau saya tahu, saya nggak akan kasih. Dia (Ratu Meta) bilang buat dia. Dia kalau minta uang sama aku, satu menit langsung aku transfer. Begitu ngomong langsung aku kasih, Rp200 juta, Rp100 juta, langsung. Kalau total dengan kerugian materiil dan lain-lain ya Rp300 juta lebih. Kalau uang pribadi aku Rp100 juta, ditambah uang teman-temanku Rp50 juta," jelas Anisa Bahar.

Kekecewaan mendalam juga dirasakan Anisa Bahar, saat dirinya sangat membutuhkan dana tersebut untuk biaya pengobatan anggota keluarganya. Ia baru mengetahui fakta sebenarnya setelah Ratu Meta memberanikan diri untuk berterus terang mengenai keberadaan uang tersebut.

"Yang kasihan lagi, kakak aku kan sakit (anfal). Aku bilang aku butuh uang itu karena mau masukkan kakak ke rumah sakit. Tapi uangnya enggak ada. Baru di situ Ratu Meta cerita dan minta maaf, ternyata uangnya ada di NF itu. Dia pikir aku yang pakai uangnya, ternyata dipinjamkan ke orang lain," tutur Anisa dengan mata berkaca-kaca.

Sudah Kirim Somasi

Sebelum menempuh jalur hukum, Ratu Meta dan Anisa Bahar sudah melayangkan somasi kepada pelaku. Tapi sayangnya, itikad baik yang ditunggu-tunggu tidak kunjung menunjukkan hasil.

"Kita sudah somasi pertama dan kedua. Pas somasi pertama dia datang bawa kuasa hukumnya dan minta waktu. Kita kasih waktu terus dari tahun lalu, bulan Agustus atau September kalau tidak salah. Tapi sampai somasi kedua tidak digubris. Akhirnya kita buat laporan polisi (LP)," tutur Meta.

Sampai Telusuri ke Kediaman NF

Upaya jemput bola pun dilakukan Ratu Meta dengan mendatangi kediaman NF, namun ia tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Bahkan, komunikasi melalui telepon dan aplikasi pesan singkat kini seolah terputus tanpa ada titik terang.

"Saya sudah datang ke rumahnya, WhatsApp, telepon, semua tidak ada respon. Suaminya juga tidak ada. Saya sampai dapat nomor telepon anaknya dan Pak RT setempat. Kata anaknya, mereka minta waktu untuk jual rumah, tapi kan jual rumah itu lama sekali prosesnya," pungkas Ratu Meta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan