Pengakuan Ibunda Vidi Aldiano Bertemu Almarhum dalam Mimpi: Dia Datang dan Peluk Saya

Besbarini mengaku didatangi almarhum putranya, Vidi Aldiano di alam mimpi. Dalam mimpi, Vidi Aldiano memeluk ibunda. Berikut pengakuan Besbarini.

Diterbitkan 25 Maret 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepergian penyanyi Vidi Aldiano meninggalkan lubang besar di hati orang tua, terutama ibunda, Besbarini. Ia pun berbagi pengalaman yang membuatnya lega setelah sekian lama menahan rindu. Besbarini mengaku didatangi Vidi Aldiano lewat mimpi. Dalam mimpi, ia dapat memeluk dan melihat aksi panggung almarhum Vidi Aldiano.

"Saya pernah, akhirnya sekali. Ingin sekali dimimpikan, yang waktu itu dalam mimpi si Vidi datang ke panggung, terus saya memang selalu dampingi, menonton bersama Bapak dari belakang panggung. Terus dia datang, terus peluk saya. Sudah, gitu saja," kata Besbarini di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (24/3/2026). "Tapi lega, rasanya lega. Saya sampaikan rasa kangennya almarhum," ia menambahkan.

Harry Kiss, sang ayah, mencoba memberi pandangan mengenai fenomena mimpi yang dialami Besbarini. Menurutnya, ada keyakinan tertentu mengenai bagaimana interaksi almarhum di dalam mimpi dianggap sebagai kehadiran yang nyata.

"Katanya, kalau kita didatangi Vidi tapi Vidinya enggak ngomong, itu benar. Tapi kalau dia ngomong begini, begini, begitu, itu jin biasanya. Benar enggak sih? Jadi dia enggak ngomong. Kalau kita didatangi, dipeluk atau apa, itu biasanya dianggap benaran Vidi," timpal Harry Kiss.

Besbarini menegaskan, dalam mimpi indah tersebut, tidak ada sepatah kata pun yang diucapkan putranya. Kehadiran Vidi Aldiano hanya dirasakan melalui sebuah pelukan hangat, yang selama ini menjadi ciri khas interaksi mereka berdua.

"Enggak, cuma benar-benar peluk. Masyaallah. Itu memang Vidi kalau habis nyanyi ya seperti itu. Jadi yang dia lakukan peluk, dan karena dia memang tahu saya tuh memang hanya butuh peluk dari anak-anak semuanya. Pelukmu sementara, tapi di hatiku selamanya," Besbarini menyambung.

Selain lewat mimpi, kehadiran Vidi Aldiano seolah masih terasa melalui banyaknya kiriman bunga yang terus mengalir ke makam. Harry Kiss menceritakan kondisi makam Vidi Aldiano yang selalu dipenuhi bunga hingga sempat menghambat pertumbuhan rumput.

"Kalau bunga, ternyata kalau kita tabur bunga di atas makam Vidi yang masih baru ini yang lagi ditanami rumput, itu rumputnya enggak tumbuh. Jadi tiap sore itu petugas makam bersihin bunganya. Itu bisa dua karung. Saking banyaknya yang kasih bunga," ungkap Harry Kiss.

Bunga di Makam Vidi

Petugas makam terpaksa membersihkan tumpukan bunga tersebut setiap sore agar rumput di area makam bisa tumbuh dengan baik. Harry Kiss sempat heran melihat makam putranya bersih di sore hari, padahal banyak orang yang menabur bunga di pagi harinya.

"Makanya kadang-kadang kita pagi-pagi banyak bunga, kok tiba-tiba sore enggak ada? Ternyata sama petugas makam itu dimasukin ke karung supaya rumputnya tumbuh. Nanti kalau rumputnya sudah tumbuh bolehlah. Jadi kalau mau kasih bunga, bunganya mesti yang ada tangkainya dan ada namanya. Karena kemarin ada yang ngirim anggrek enggak tahu siapa, bagus banget lagi," jelasnya.

 

Vidi Suka Baju Gombrong

Kerinduan mendalam juga ditunjukkan Harry Kiss dengan tetap memakai pakaian milik almarhum dalam berbagai kesempatan. Ia merasa gaya berpakaian Vidi Aldiano yang serba longgar sangat pas dengannya dan membuatnya merasa selalu dekat.

"Vidi kan suka baju gombrong, jadi ini salah satu yang bisa dipakai. Mau pakai terus-terusan juga bisa," kata Harry Kiss sambil tersenyum.

 

Sudah Dibagikan ke Panti Asuhan

Pihak keluarga kini lebih fokus mengikhlaskan kepergian Vidi Aldiano dengan melakukan berbagai amal. Besbarini berpendapat dengan memberikan barang-barang peninggalan Vidi Aldiano kepada yang membutuhkan, hal itu akan meringankan beban almarhum.

"Sampai kemarin, sebagian sudah dikasih-kasihkan ke panti-panti. Alhamdulillah. Saya berprinsip kalau barang yang masih ada di rumah saya, karena bajunya gede-gede, sebaiknya barang-barang yang menumpuk diberikan kepada orang yang membutuhkan akan memanfaatkan dengan baik," ucap Besbarini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan