Syuting Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar, Magistus Miftah Gugup Berat: Lambung Kayak Dicolek

“Lambung kayak dicolek,” kata Magistus Miftah saat menggambarkan rasa gugupnya ketika pertama kali tahu ia terlibat dalam Ghost in the Cell

Diterbitkan 25 Februari 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Belajar di Tengah Aktor Senior

 

Namun seiring waktu, ia mulai menemukan ritme kerja. Interaksi dengan para aktor senior membantunya memahami bagaimana menjaga fokus dan energi di depan kamera.

Pengalaman tersebut membuatnya melihat tekanan bukan sebagai hambatan, melainkan proses belajar. Pengalaman pertama ini pelan-pelan mengubah cara Miftah melihat dirinya sendiri. Dari awalnya datang dengan rasa gugup dan tidak yakin, ia justru menemukan keyakinan baru selama proses berjalan.

“Aku merasa kayak… aku dilahirkan untuk ini. Oh, ini aku,” katanya saat diberikan skrip peran yang ia jalani.

Dari Tekanan ke Keyakinan

 

Kalimat itu menunjukkan perubahan yang ia rasakan. Jika di awal ia menggambarkan tegangnya seperti “lambung kayak dicolek”, di akhir proses ia justru merasa menemukan tempatnya.

Bagi Magistus Miftah, Ghost in the Cell bukan hanya debut di layar lebar. Ini fase pembuktian sekaligus momen menemukan arah baru. Dari rasa takut, ia beralih ke rasa percaya diri. Dari pendatang baru yang ragu, ia mulai melihat dirinya sebagai aktor yang siap melangkah lebih jauh. Untuk saat ini Miftah juga sudah membuka lebar-lebar peluang untuk mengambil tawaran film-film lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Intan Safitri, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan