Review Film Marty Supreme: Pertunjukan Akting Terbaik dari Timothée Chalamet Sejauh Ini...

Marty Supreme adalah performa terbaik Timothée Chalamet sejauh ini. Ia layak bersanding dengan One Battle After Another dan Sinner yang legendaris itu.

Diterbitkan 23 Februari 2026, 18:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Gejolak nafsu menyamarkan pandangan cinta. Ambisi tak diimbangi dengan keterampilan mengelola ego dan stres. Semua elemen ini dipresentasikan Timothée Chalamet dengan detail dan kompleks. Kelakuannya bahkan dari sejak menit awal film, bikin penonton ketar-ketir.

Tak Mudah Untuk Dicintai

Marty Mauser tidak mudah untuk dicintai. Namun kita tahu bakatnya sebesar itu. Kita bisa mengandalkannya. Namun, sikap grasa-grusunya sangat menjengkelkan. Kita tahu maksud dan hatinya baik. Namun, ledakan egonya meruntuhkan banyak aspek.

Kita diajak mendalami kejiwaan berondong 23 tahun yang terlalu percaya diri dengan skill-nya. Saat hidup tak sesuai rencana, ia menghalalkan segala cara. Saat segala cara dilakukan tapi masih tak sesuai harapan, barulah dia meruntuhkan benteng terakhir bernama: ego.

Imbangi Performa Timothée Chalamet

Timothée Chalamet meng-capture kegilaan Marty Mauser hingga kita terpaku pada detail watak hingga bintik-bintik hitam di pipinya. Inilah karakter kokoh, rumit, asyik tapi “sinting” di saat bersamaan. Lalu, Timothée Chalamet mendapat dua rekan yang sama gilanya.

Pertama, Gwyneth Paltrow, yang berhasil memvisualkan artis yang hidup dalam “sangkar emas.” Bergelimang harta padahal miskin kebahagiaan. Performanya memikat. Sayang, tak banyak cinta untuk Gwyneth Paltrow dari berbagai juri festival film.

Kejutan besar sejatinya datang dari Odessa A'zion. Tak hanya mampu mengimbangi performa Timothée Chalamet, tokoh Rachel bermetamorfosis dari cewek bucin hingga menemukan keberanian untuk mengelabui sekaligus menggugat keadilan dalam sebuah hubungan.

Tata Suara Jempolan

Marty Supreme memenuhi banyak aspek untuk menjadi Film Terbaik tahun ini. Naskahnya sekompleks penokohan. Tata suaranya membawa kita masuk ke dunia Marty Mauser yang rusuh dengan frekuensi huru-hara nyaris tanpa jeda. 

Omong-omong soal tata suara, titik brilian film ini terletak pada keputusan Josh Safdie membiarkan para tokoh yang ribut, silang pendapat seriil mungkin. Dalam adegan keributan, semua tokoh ngomong dan mau menang sendiri.

 

Performa Terbaik Timothée Chalamet

Tak jarang, saya sebagai penonton keberisikan dan ingin rasanya berteriak, “Lo semua bisa diam enggak! Satu-satu ngomongnya kalau kayak begini gimana masalah mau kelar?” Senyata itu hingga kita bisa maklum mengapa Marty Mauser sering jadi kepala batu.

Itu masih ditambah editing yang satset hingga 2 jam dan 30 menit tak terasa lama. Serius, Marty Supreme adalam performa terbaik Timothée Chalamet sejauh ini. Dan Marty Supreme memang layak bersanding dengan One Battle After Another dan Sinners yang keren itu.

 

Pemain: Timothée Chalamet, Gwyneth Paltrow, Odessa A'zion, Kevin O'Leary, Tyler Okonma, Abel Ferrara, Fran Drescher

Produser: Josh Safdie, Ronald Bronstein, Eli Bush, Anthony Katagas, Timothée Chalamet

Sutradara: Josh Safdie

Penulis: Ronald Bronstein, Josh Safdie

Produksi: Central Pictures, A24

Durasi: 2 jam, 30 menit

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan