MLTR Ungkap Indonesia Punya Peran Krusial, Saat Mereka Mengira Kariernya Bakal Ambyar

MLTR mengenang momen saat mereka tengah meniti karier beberapa dekade lampau. Tepatnya setelah merilis lagu The Actor.

Diterbitkan 09 Februari 2026, 13:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dalam sebagian besar lagu yang mereka nyanyikan, satu Istora Senayan dipenuhi koor penonton.

"Kalian adalah penyanyi paling hebat di Asia...tolong jangan bilang-bilang pada orang lain di Asia," kata para member MLTR dengan nada canda.

Penampilan Jim Brickman dan Peabo Bryson

Selain MLTR, ada dua penampil lain yang menghidupkan kembali suasana tahun 1990-an di Istora Senayan malam itu. Dua lainnya adalah Jim Brickman dan Peabo Bryson.

Yang mendapat kesempatan pertama adalah Jim Brickman. Pianis peraih dua Grammy Awards ini tampil semringah dan cerah dalam balutan setelan jas warna pink. Tampil sekitar pukul 7 malam waktu Jakarta, ia membawakan lagu "Rainbow Connection" dengan pianonya. Kemudian bersama Rita Effenndy, ia membawakan "The Gift" dan juga "Valentine"--lagu romantis yang dirilis tahun 1997 bersama Martina McBride. Meski tanpa komando, ribuan hadirin bak terbius, serempak menyanyikan bait-bait lagu cinta

Selanjutnya, ada penampilan Peabo Bryson yang membawakan "I Wish You Love", "Show & Tell" hingga "If Ever You're in My Arms Again". Ia juga tampil bersama Vina Panduwinata dalam sebuah nomor ikonis "Tonight I Celebrate My Love for You" dan membawakan "King of Sorrow." Aksi panggungnya ditutup dengan "Beauty and the Beast" dan "A Whole New World" yang langsung memantik koor penonton. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan