Kendrick Lamar Menang Grammy Awards 2026 berkat Lirik Tajam Lagu Luther

Lagu Kendrick Lamar "Luther" dinobatkan sebagai Record of the Year di gelaran Grammy Awards ke-68.

Diterbitkan 04 Februari 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nama Kendrick Lamar kembali bersinar di industri musik. Dalam gelaran Grammy Awards ke-68 yang baru saja usai, lagu "Luther" resmi dinobatkan sebagai Record of the Year. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai rapper dengan koleksi trofi terbanyak dalam sejarah Recording Academy.

Sejak dirilis dalam album GNX, "Luther" memang menjadi kandidat kuat. Kolaborasi apik antara Kendrick dan SZA ini berhasil memadukan narasi yang tajam dengan aransemen yang lebih halus—sebuah penghormatan terhadap estetika musik Luther Vandross.

Kemenangan ini semakin menarik perhatian karena kategori Record of the Year jarang jatuh ke tangan artis hip-hop. Melalui lagu ini, Kendrick membuktikan bahwa kualitas produksi dan kedalaman pesan tetap bisa berjalan beriringan dengan kesuksesan komersial.

Malam itu bukan hanya soal perayaan satu lagu. Dengan kemenangan "Luther", Kendrick Lamar kini resmi mengantongi 27 Grammy, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Jay-Z. Prestasi ini diraih berkat keberhasilan album GNX yang menyapu bersih kategori utama di sektor Rap.

Dalam pidato singkatnya, Kendrick menekankan pentingnya kejujuran dalam berkarya. Ia menyebut bahwa "Luther" adalah representasi dari ambisi untuk tetap relevan tanpa harus mengorbankan integritas seni. Kemenangan ini bukan sekadar soal angka, melainkan validasi atas arah baru yang ia bawa ke dalam musik populer.

Chemistry "Dua Bintang" yang Tak Tergantikan

Hubungan Kendrick Lamar dan SZA telah lama menjadi sorotan karena sinergi mereka yang unik. Dilansir dari Rolling Stone, hubungan keduanya disebut lebih dari sekadar rekan kerja biasa; mereka adalah mitra kreatif yang memiliki tingkat kepercayaan artistik yang sangat dalam.

SZA bahkan pernah mengungkapkan dalam wawancaranya dengan Harper’s Bazaar bahwa Kendrick adalah sosok yang memberinya ruang aman untuk bereksperimen, menyebutnya sebagai "saudara sekaligus mentor" yang selalu mendorong batas kemampuannya.

Pertemuan pertama mereka yang legendaris terjadi pada 2011 saat SZA masih bekerja di meja merchandise di acara Kendrick. Sejak bergabung di label yang sama (TDE), mereka telah melahirkan deretan hits abadi. Kedekatan ini pulalah yang membuat kolaborasi di lagu "Luther" terasa begitu organik dan jujur, hingga mampu menyentuh hati para juri Recording Academy.

Lirik lagu Luther

If this world were mine

Hey, Roman numeral seven, bae, drop it like it's hot

If this world was mine, I'd take your dreams and make 'em multiply

If this world was mine, I'd take your enemies in front of God

Introduce 'em to that light, hit them strictly with that fire

Fah-fah, fah-fah-fah, fah-fah, fah

Hey, Roman numeral seven, bae, drop it like it's hot

If this world was mine, I'd take your dreams and make 'em multiply

If this world was mine, I'd take your enemies in front of GodI

ntroduce 'em to that light, hit them strictly with that fire

It's a vibe, do your dance, let 'em watch

She a fan, he a flop, they just wanna kumbaya, nah

In this world, concrete flowers grow

Heartache, she only doin' what she know

Weekends, get it poppin' on the low

Better days comin' for sure (if this world were)If it was up to me

I wouldn't give these nobodies no sympathy

I'd take away the pain, I'd give you everything

I just wanna see you win, wanna see (if this world were mine)

It go in (when you), out (ride it), do it real slow (slide)

Baby, you a star, strike, pose (right)

When I'm (when you), with you (with me), everything goes (slow)

Come and (put that), put that (on my), on my (titi), soul (soul)'Rari (red), crown (stack), wrist (stay), froze (really)

Drip (tell me), pound (if you), on the way home (love me)

In this world, concrete flowers grow

Heartache, she only doin' what she know

Weekends, get it poppin' on the low

Better days comin' for sure (if this world were)

If it was up to meI wouldn't give these nobodies no sympathy

I'd take away the pain, I'd give you everythingI just wanna see you win, wanna see (if this world were mine)

I can't lie, I trust you, I love you, I won't waste your time

I turn it off just so I can turn you onI'ma make you say it loud

I'm not even trippin', I won't stress you out

I might even settle down for you, I'ma show you I'm a proI'ma take my time and turn it offJust so I can turn you on, baby

Weekends, get it poppin' on the lowBetter days comin' for sure

I know you'll comeI know you're comin' for

(Anything)(If this world were mine)

 

 

 

Dynamic Duo Industri Music Hollywood

Berbicara tentang panggung musik dunia hari ini, rasanya sulit untuk tidak menyebut nama Kendrick Lamar dan SZA. Keduanya bukan sekadar musisi; mereka adalah "dynamic duo" yang baru saja mengguncang panggung Super Bowl LIX Halftime Show (2025) dan mendominasi Grammy Awards 2026.

Kendrick Lamar Duckworth bukan sekadar rapper; ia adalah seorang pencerita. Lahir di Compton, California, pada 17 Juni 1987, Kendrick tumbuh di lingkungan yang keras, namun ia memilih "pena" sebagai senjatanya.

Dikenal lewat lirik yang introspektif dan sarat kritik sosial, Kendrick mencatatkan sejarah sebagai musisi non-klasik/jazz pertama yang meraih Pulitzer Prize for Music (2018).

Di tahun 2026, ia mendominasi Grammy berkat album terbarunya, GNX. Lagu-lagu seperti "Luther" dan "TV Off" membuktikan bahwa meski usianya kini 38 tahun, tajinya sebagai "Greatest of All Time" (GOAT) di dunia rap tidak memudar.

Kehebatan narasi liriknya bahkan membuat salah satu universitas di Amerika Serikat menjadikan karyanya sebagai mata kuliah khusus mulai tahun 2025.

 

SZA dan Suara Autentik Generasi Modern

Solána Imani Rowe, atau yang kita kenal sebagai SZA, adalah definisi dari kejujuran dalam bermusik. Lahir di St. Louis dan dibesarkan sebagai Muslim ortodoks di New Jersey, ia membawa warna R&B alternatif yang sangat personal.

Perjalanan Karier: SZA mulai dikenal saat bergabung dengan label Top Dawg Entertainment (TDE) pada 2013 sebagai artis wanita pertama di sana. Album Ctrl (2017) dan SOS (2022) menjadi bukti kemampuannya mengubah rasa sakit dan ketidakamanan menjadi melodi yang indah.

Selain suaranya yang unik, SZA dikenal dengan gaya busana "free-flowing" dan rambut alaminya yang ikonik. Di balik panggung, ia adalah sosok yang tertutup namun sangat vokal dalam menyuarakan isu kemanusiaan.

Di Grammy 2026, SZA kembali meraih apresiasi tinggi lewat kolaborasi "Luther" bersama Kendrick, mempertegas posisinya sebagai salah satu penyanyi R&B paling berpengaruh saat ini.

(Intan Savitri)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Tim ShowbizTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan