6 Fakta Film Return to Silent Hill Dibintangi Jeremy Irvine, Adaptasi Video Gim Karya Konami Tahun 2001

Return to Silent Hill karya sineas Christophe Gans dibintangi Jeremy Irvine dan Hannah E. Anderson. Film ini tayang di bioskop Indonesia mulai 28 Januari 2026.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Salah satunya, Roger Avary menulis skenario. Pada 2007, produser Don Carmody menilai pengembangan skrip berjalan lambat. November 2010, Sony Pictures mengumumkan M. J. Bassett sebagai sutradara sekuel Silent Hill yang kemudian menjadi Silent Hill: Revelation.

 

3. Adaptasi yang Setia Pada Video Gim

Januari 2020, Christophe Gans dalam wawancara bersama Allocine mengaku sedang menulis naskah baru berbasis seri Silent Hill serta Fatal Frame karya Konami dan Koei Tecmo. Film ini nantinya bukan sekuel langsung Silent Hill rilisan tahun 2006 maupun 2012.

Belakangan diketahui, naskah tersebut digarap “keroyokan” bersama Sandra Vo-Anh dan Will Schneider dengan tujuan menciptakan adaptasi yang “setia” pada gimnya. September 2022, Christophe Gans membocorkan, storyboard film ini telah selesai.

 

4. Oktober 2022, Judul Resmi Disetujui

Oktober 2022, film ini secara resmi disetujui dengan judul Return to Silent Hill. Christophe Gans terkonfirmasi bekerja sama dengan Konami untuk menciptakan estetika baru terkait karakter monster yang hendak ditampilkan dan detail lainnya.

Kala itu Christophe Gans membocorkan, tiap monster dalam Return to Silent Hill diperankan penari profesional dengan riasan prostetis, bukan menggunakan citra yang dihasilkan komputer. Ini terdengar sangat menjanjikan.

 

5. Syuting di Serbia dan Jerman

Syuting Return to Silent Hill berlangsung dari April 2023 hingga Februari 2024 dengan lokasi di Belgrade, Serbia, dan kota-kota di Jerman yakni Danau Ammer, Munich, Nuremberg, hingga Penzing.

Return to Silent Hill dirilis secara teatrikal di Amerika Serikat oleh Cineverse dan Iconic Events Releasing pada 23 Januari 2026. Film ini menyapa Prancis pada 4 Februari 2026.

 

6. Horor dengan Pengalaman Emosional

Terkait perilisan Return to Silent Hill, Direktur KlikFilm, Frederica, menyebut di Indonesia, antusiasme terhadap kehadiran film ini cukup tinggi. “Return to Silent Hill bukan sekadar horor, tapi pengalaman emosional dan psikologis yang sangat kuat,” ujarnya.

Return to Silent Hill menghadirkan ketakutan yang perlahan merayap. Penonton tak hanya takut, tapi tenggelam dalam konflik batin karakternya. “Kami yakin film ini sangat dinanti penggemar horor dan gamer di Indonesia,” Frederica mengakhiri.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan