6 Momen Siraman-Sungkeman Darma Mangkuluhur Jelang Pernikahannya dengan Patricia Schuldtz, Penuh Haru

Momen haru siraman & sungkeman Darma Mangkuluhur jelang nikah dengan Patricia Schuldtz. Intip potret lengkapnya di sini.

Diterbitkan 10 Januari 2026, 15:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kolase ini juga memperlihatkan Darma yang tengah memegang mikrofon, kemungkinan sedang melantunkan ayat suci atau menyampaikan permohonan maaf dan izin menikah kepada orang tuanya. Suasana syahdu sangat terasa dari pencahayaan hangat dan dekorasi bunga yang melatarbelakangi momen penyatuan doa antara anak dan orang tua ini.

Sentuhan Lembut Ibu dalam Momen Siraman

Sosok ibu memegang peranan sentral dalam prosesi adat Jawa, dan hal ini terekam jelas saat Tata Cahyani memandikan putranya. Dalam foto ini, Tata dengan penuh kelembutan menyiramkan air dari kendi ke lengan dan tubuh Darma. Wajahnya memancarkan ketulusan dan kasih sayang yang mendalam.

Darma menatap prosesi tersebut dengan takzim, menerima guyuran air dari ibundanya. Roncean melati yang melingkar di tubuh Darma berpadu dengan busana kebaya merah muda yang dikenakan Tata, menciptakan komposisi visual yang indah dan sarat makna budaya.

Momen ini adalah simbolisasi pembersihan terakhir dari seorang ibu kepada anaknya sebelum sang anak menjadi milik pasangannya. Sentuhan tangan Tata Cahyani seolah menjadi pesan tanpa kata bahwa doa ibu akan selalu mengalir menyertai perjalanan hidup Darma, sama seperti air yang mengalir membasuh tubuhnya.

Kekhusyukan Ritual Siraman dan Doa

Foto terakhir menangkap momen yang sangat spiritual, di mana Darma tampak sedang membasuh wajahnya, dibantu air yang dikucurkan dari kendi emas. Ekspresi Darma terlihat sangat khusyuk, memejamkan mata seolah meresapi dinginnya air dan doa yang dipanjatkan dalam hati.

Di belakangnya, terlihat sosok wanita berkerudung merah muda (kemungkinan kerabat atau sesepuh) yang membantu prosesi ini. Latar belakang cahaya yang hangat memberikan aura sakral pada foto tersebut. Ini bukan sekadar membersihkan wajah, namun simbol penyucian diri lahir batin melalui air suci siraman.

Kekhusyukan yang terpancar dari wajah Darma menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi gerbang pernikahan. Ia tidak hanya siap secara fisik dan materi, tetapi juga secara spiritual. Momen hening ini menjadi penutup yang sempurna dari rangkaian dokumentasi persiapan pernikahan yang penuh makna.

 

Siraman Kasih Sayang dari Bambang Trihadmojo

Bambang Trihadmojo dengan senyum tipis yang penuh wibawa, menuangkan air siraman ke tubuh Darma Mangkuluhur. Darma yang mengenakan roncean melati tampak tersenyum lebar, menikmati guyuran air yang melambangkan pembersihan diri sebelum akad nikah.

Momen ini menyiratkan dukungan penuh sang paman kepada keponakannya. Bambang Trihadmojo terlihat gagah dengan blangkon dan busana adat Jawa, menjalankan perannya dalam tradisi siraman dengan penuh perhatian. Air yang diguyurkan bukan sekadar air biasa, melainkan simbol doa agar sang calon pengantin bersih jiwa dan raganya.

Interaksi paman dan keponakan dalam foto ini sangat cair dan hangat. Tidak terlihat ketegangan, yang ada hanyalah kebahagiaan. Bagi Darma, siraman dari sang paman adalah bekal restu yang sangat berharga untuk melangkah menjadi kepala keluarga. 

Keharmonisan Keluarga dalam Satu Bingkai

Unggahan berikutnya memperlihatkan kolase yang menggambarkan keharmonisan keluarga yang utuh demi kebahagiaan sang putra. Dalam salah satu bingkai, terlihat Darma diapit oleh Tommy Soeharto dan Tata Cahyani yang kompak tersenyum. Meski keduanya telah berpisah, mereka bersatu padu mendampingi Darma dalam prosesi penting ini.

Tata Cahyani tampak cantik dengan sanggul tradisional, berdiri sejajar dengan Tommy Soeharto, mengapit Darma yang berdiri gagah di tengah. Kebersamaan ini tentu menjadi pemandangan yang menyejukkan hati, tidak hanya bagi Darma tetapi juga bagi siapa saja yang melihatnya. Ini menunjukkan kedewasaan dan kasih sayang orang tua yang tak terbatas.

Foto lainnya dalam kolase ini menampilkan prosesi siraman yang dilakukan oleh sang ibu, serta momen saat orang tua menggandeng Darma. Rangkaian gambar ini menegaskan bahwa di balik kemewahan acara, inti dari segalanya adalah kehangatan keluarga dan restu yang bulat dari kedua orang tua kandung Darma Mangkuluhur.

 

Buku Pengajian yang Elegan dan Estetik Patricia Schuldtz

Selain Darma yang melakukan siraman dan sungkeman, di tempat yang berbeda Patricia Schuldtz juga menggelar pengajian sebelum pernikahan. Melansir dari unggahan Instagram story akun @sab_sash, terlihat sebuah buku bersampul putih dengan ornamen dedaunan hijau dan sentuhan warna emas yang mewah. Buku tersebut bertuliskan "Pengajian Menjelang Pernikahan Patricia Schuldtz & Darma Mangkuluhur Hutomo".

Desain buku tersebut mencerminkan selera pasangan ini yang berkelas namun tetap membumi dengan nuansa alam. Tanggal yang tertera di sampul buku, yakni 9 Januari 2026 yang berlokasi di Jakarta, menjadi penanda waktu dimulainya rangkaian ibadah memohon doa restu kepada Sang Pencipta agar pernikahan mereka berjalan lancar.

Buku ini tidak hanya sekadar panduan doa, melainkan simbol harapan dan niat suci kedua calon mempelai. Keberadaannya dalam unggahan kerabat menandakan bahwa acara pengajian ini dihadiri oleh lingkaran terdekat, menciptakan suasana yang intim dan penuh doa tulus dari para sahabat serta keluarga bagi kelancaran hari besar Darma dan Patricia.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

Siapakah Darma Mangkuluhur Hutomo?

Darma Mangkuluhur Hutomo adalah putra dari Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) dan Ardhia Pramesti Regita Cahyani (Tata Cahyani). Ia juga dikenal sebagai cucu dari Presiden ke-2 RI, Soeharto, dan merupakan seorang pengusaha muda serta pembalap.

Siapa calon istri Darma Mangkuluhur?

Calon istri Darma Mangkuluhur adalah Patricia Schuldtz. Ia dikenal sebagai seorang DJ (Disc Jockey) dan influencer yang memiliki darah campuran Jerman-Cina.

Apa makna dari prosesi Siraman dalam adat Jawa?

Siraman berasal dari kata 'siram' yang berarti mandi. Upacara ini bermakna untuk membersihkan jiwa dan raga calon pengantin dari segala kotoran dan energi negatif sebelum melangsungkan akad nikah, serta sebagai simbol permohonan restu kepada orang tua.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Fardi Rizal, Nisa Mutia SariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan