Rio Dewanto dan Michelle Ziudith Comeback Main Sinetron SCTV Lewat Jejak Duka Diandra

Kembalinya Rio Dewanto dan Michelle Ziudith ke layar kaca SCTV ditandai reuni ikonik setelah 13 tahun lewat drama penuh konflik dan emosi.

Diterbitkan 09 Januari 2026, 11:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kehangatan di Balik Layar 

Meskipun di depan kamera penuh dengan ketegangan dan air mata, suasana di balik layar Jejak Duka Diandra justru dipenuhi keceriaan dan rasa saling mendukung. Baiti, pemeran Yunita yang tergolong pendatang baru dibandingkan Rio dan Michelle, merasa sangat beruntung bisa bekerja dengan para senior yang sangat terbuka untuk berdiskusi. 

Baiti menceritakan bahwa meski Rio dan Michelle memiliki jam terbang tinggi, mereka tetap memperlakukannya dengan sangat baik. Ia pun sempat memuji sikap profesionalitas kedua aktor tersebut. Michelle menyebut bahwa menemukan lingkungan kerja yang sehat adalah sebuah anugerah.

“Menemukan lingkungan kerja yang sangat sehat itu adalah blessing (anugerah) alhamdulillah,” ucapnya. Kedekatan inilah yang membuat para pemain yakin bahwa sinetron ini akan memiliki pondasi yang solid untuk memikat hati pemirsa setianya.

Sebuah Drama yang Intens

Sinetron ini menjanjikan konflik yang sangat intens dan tidak terduga. Rio Dewanto menekankan bahwa karakter Dimitri yang ia mainkan bukanlah sosok yang hitam-putih, melainkan sangat manusiawi, terutama saat merasa dikhianati. 

"Ceritanya pun juga konfliknya tuh bertubi-tubi gitu. Jadi kayak buat diikutin seru banget ceritanya,” ujar Rio.

Di sisi lain, Michelle Ziudith harus memerankan karakter Diandra yang sangat menguras air mata karena sifatnya yang terlalu mengutamakan orang lain. Salah satu momen paling berat bagi Michelle adalah saat karakternya harus mengalah soal cinta demi adiknya, Yunita (Baiti Syaghaf). Para pemain bahkan harus menghabiskan waktu berhari-hari untuk syuting sebuah adegan di pengadilan yang disebut sebagai momen paling menguras energi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Rinjani Nur Anisa, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan