Kesaksian Ammar Zoni dalam Sidang Lanjutan Dugaan Peredaran Narkotika di Penjara

Ammar Zoni tak hanya mengungkap kronologi jelang penangkapan, tapi juga klaim bahwa ia mendapat tekanan.

Diterbitkan 08 Januari 2026, 18:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ammar melanjutkan, situasi justru berubah saat petugas melakukan penggeledahan pada malam hari di sejumlah kamar tahanan, termasuk sel yang ditempatinya. Dalam proses tersebut, salah satu petugas mempertanyakan kepemilikan ponsel yang selama ini digunakan Ammar di dalam rutan.

"Saya punya HP satu, satunya lagi itu HP sewaan. Ada orang jadi menggadaikan gitu loh Yang Mulia, dia butuh uang jadi menjaminkan ke saya," ucap Ammar.

Ammar Zoni Menarik Keterangan

Usai penggeledahan, Ammar dibawa petugas untuk menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Namun dalam persidangan, Ammar menyatakan menarik seluruh keterangan yang sebelumnya tercantum di BAP karena merasa tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya ia sampaikan.

"Saya tarik semuanya. Karena memang pada dasarnya itu tidak keterangan saya di dalam tekanan, dan saya sudah bicara sama penyidik kalau semuanya ini adalah tentang Jaya, urusan dia sama Terdakwa 5," tegasnya.

Ammar juga mengungkap dugaan adanya pemerasan yang dilakukan oknum penyidik selama proses hukum berlangsung. Ammar mengaku sempat ditekan untuk menyiapkan dana dengan jumlah fantastis agar kasus tersebut tidak berlanjut.

"Namun pada kenyatannya dari para penyidiknya ini tetap menekan saya untuk bicara 'Ya sudah lah, yang jelas lo mau kayak gimana aja ini kasus nggak akan bisa naik yang penting lo siapkan dana 300 juta per kepala'," kata Ammar Zoni.

 

Ammar Zoni Mengaku Dapat Tekanan

Tekanan tersebut, menurut Ammar, bahkan mengarah pada permintaan agar dirinya menanggung dana untuk seluruh pihak yang terlibat. Hal ini membuatnya merasa dirugikan dan diposisikan sebagai tokoh utama dalam perkara yang menurutnya tidak pernah ia lakukan.

"Dan dia suruh saya nanggung semuanya, ada 10 orang, (dengan total) Rp3 miliar berarti saya harus siapkan dana. Saya bilang loh ini pemerasan namanya saya bilang," bebernya.

Ammar Zoni menegaskan bahwa dirinya menolak segala bentuk permintaan uang tersebut dan membantah keras tudingan sebagai dalang utama peredaran narkoba di rutan. Ia siap mempertanggungjawabkan keterangannya di hadapan hukum demi membersihkan namanya.

"Jangankan Rp300 juta, Rp3 juta juga saya nggak mau bayar. Dia membuat saya seolah-olah menjadi induknya gitu loh, saya menjadi orang terakhirnya. Saya bilang bagaimana ceritanya saya nggak kenal sama mereka semua dari awal. Lalu saya harus mengakui sesuatu hal yang nggak saya lakukan. Mengakui sesuatu hal yang memang pada dasarnya ini semua dari Jaya," pungkas Ammar Zoni.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan