5 Potret Taman Samping Rumah Siti Badriah dan Krisjiana, Multifungsi dan Cocok untuk Quality Time Keluarga

Taman samping rumah Siti Badriah dan Krisjiana jadi pusat quality time keluarga. Desain cantik, fungsional, dan penuh momen hangat.

Diterbitkan 01 Januari 2026, 16:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Nuansa yang tercipta terasa dewasa dan tenang, jauh berbeda dari suasana riuh pada siang hari sebelumnya. Tidak banyak ornamen, hanya permainan cahaya, air, dan bayangan yang saling berpadu. Keseluruhan area memancarkan kesan privat namun tetap hangat, menggambarkan keseimbangan antara gaya hidup modern dan nilai kekeluargaan yang kental. Rumah ini benar-benar berfungsi sebagai tempat pulang yang menyenangkan.

3. Kolam & Dinding Hijau

Potret ini memperlihatkan sisi paling menenangkan dari rumah ini. Kolam dengan air berwarna biru kehijauan berpadu dengan dinding hijau alami di belakangnya. Tanaman tinggi memberi efek kedalaman visual sekaligus privasi tanpa perlu pagar tinggi. Desainnya menyatu dengan arsitektur rumah, seolah taman adalah perpanjangan dari ruang keluarga.

Minim furnitur dan elemen artifisial membuat area ini terasa natural dan sejuk. Dominasi warna hijau dan biru menenangkan pikiran, cocok untuk momen refleksi setelah hari panjang. Inilah private sanctuary keluarga Siti Badriah dan Krisjiana, tempat mereka melepas penat, berbicara ringan, dan menikmati waktu bersama tanpa gangguan. Rumah mereka menunjukkan bahwa keindahan sejati bukan pada kemewahan, melainkan suasana yang membuat penghuninya betah.

4. Area Transisi Indoor ke Taman Samping

Ruang ini memperlihatkan bagaimana rumah Siti Badriah dirancang untuk menyatukan area dalam dan luar tanpa batas yang kaku. Area transisi ini cukup luas dan dibiarkan lapang, sehingga aman untuk anak bermain di lantai tanpa risiko tersandung furnitur besar. Fungsi ruangnya jelas: menjadi peralihan alami dari ruang keluarga menuju taman. Desain seperti ini sangat cocok untuk keluarga muda yang ingin aktivitas tetap cair antara indoor dan outdoor.

Material lantai berwarna putih polos dengan finishing halus — kemungkinan epoxy atau homogenous tile. Permukaannya memantulkan cahaya alami dari arah taman, menciptakan kesan bersih dan luas. Bukaan kaca besar dengan bingkai hitam gaya industrial-modern memperkuat koneksi visual ke taman, membuat ruang terasa terang dan lapang meski tanpa banyak lampu. Patung kayu organik di dekat kaca menjadi aksen alami, sementara pot tanaman tinggi di sudut mempertegas hubungan langsung antara interior dan taman luar.

5. Area Duduk Keluarga di Batas Taman

Area ini berfungsi sebagai zona aktivitas keluarga yang hangat dan santai. Terletak di tepi taman samping, ruang ini menjadi tempat favorit untuk bersantai atau mengawasi anak yang bermain di luar. Aktivitas duduk lesehan tanpa sofa besar memperlihatkan kesengajaan desain yang fleksibel dan ramah anak. Gaya seperti ini menciptakan atmosfer akrab, tempat berbincang, bercanda, atau sekadar menikmati udara sore dari arah taman.

Karpet motif geometris etnik digunakan sebagai pembatas visual tanpa membuat ruangan tertutup. Warnanya memberi kehangatan di tengah dominasi lantai netral, sekaligus menambah tekstur visual yang menarik. Jendela kaca tinggi dari lantai ke hampir plafon memungkinkan cahaya alami masuk lembut sepanjang hari. Dari sisi desain, taman samping berfungsi sebagai perpanjangan visual ruang keluarga — anak bisa bermain di luar sambil tetap diawasi dari dalam.

Malam Tahun Baru yang Hangat

Puncak malam pergantian tahun di rumah pasangan ini berlangsung hangat dan penuh tawa. Siti Badriah dan Krisjiana terlihat menikmati malam bersama putri kecil mereka, Xarena Zenata Denallie Baharudin, di taman samping rumah. Dalam suasana yang tenang, mereka menyalakan beberapa kembang api kecil, menyaksikan percikan cahaya menari di udara sambil tertawa bersama. Bukan pesta megah, tapi kehangatan keluarga sederhana yang sulit ditandingi.

Kembang api itu memantul di permukaan kolam, menambah keindahan visual di tengah udara malam yang sejuk. Siti tampak memeluk anaknya, sementara Krisjiana dengan sabar membantu menyalakan kembang api berikutnya. Adegan itu menggambarkan esensi sebenarnya dari tahun baru: bukan tentang keramaian, melainkan tentang kebersamaan dan cinta yang nyata. Di taman yang mereka rawat sendiri, keluarga ini menemukan kebahagiaan paling sederhana — tapi paling berharga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Rizka Nur Laily Muallifa, Nisa Mutia SariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan