Cerita Chicco Jerikho Syuting Film Ozora, Atur Emosi Agar Tetap Dalam Frekuensi Kisah Nyata Jonathan

Aktor Chicco Jerikho syuting film Ozora sebagai Jonathan Latumahina, ayah David Ozora. Ia mengaku sangat terkuras emosi meski ini bukan film action.

Diterbitkan 08 Desember 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Chicco Jerikho memerankan Jonathan Latumahina di film "Ozora", peran yang sangat menguras emosi dan fisik.
  • 80% syuting di rumah sakit, membuat Chicco merasakan langsung perjuangan seorang ayah yang anaknya koma.
  • Film "Ozora" menjadi simbol perlawanan terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan perundungan, dengan pesan harapan.

Liputan6.com, Jakarta - Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel telah tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Desember 2025. Karya sineas Anggy Umbara ini dibintangi Chicco Jerikho, Tika Bravani, hingga Muzakki Ramdhan.

Selain menyoroti perihal hukum dan keadilan di Indonesia, Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel membawa para penonton masuk ke perjalanan emosional Jonathan, ayah David Ozora. Memerankan Jonathan, diakui Chicco Jerikho bukan perkara muda.

“Meski bukan film action yang berantem-berantem, rasanya bermain di film ini dan memerankan karakter Jonathan sangat melelahkan,” kata Chicco Jerikho lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Senin (8/12/2025).  

Film ini mengisahkan Jonathan (Chicco Jerikho) yang harus berjuang menyelamatkan nyawa anaknya, Ozora (Muzakki Ramdhan), yang dianiaya anak pejabat negara, hingga masuk rumah sakit dalam keadaan koma. Kondisi David Ozora viral di jagat maya. 

Peran Emosional Chicco Jerikho sebagai Jonathan Latumahina

Jonathan terus memperjuangkan keadilan, di mana Dennis (Erdin Werdrayana), terus dapat bantuan dan keringanan dari sistem yang dipertanyakan kebersihannya. Ayah Dennis selama ini mengaku sebagai Penguasa Jakarta Selatan.

Terkait film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel, Chicco Jerikho menyatakan, “Selain karena memiliki kedekatan dengan kasusnya, saya rasa manusia mana pun pasti akan merasa berat menghadapi cobaan hidup seperti ini.”

Tantangan Mendalam dan Pesan Perlawanan

“Perasaan emosional itulah yang membuat saya harus benar-benar mengatur emosi agar tetap berada di frekuensi Jonathan pada kejadian aslinya,” ia menyambung. Anggy Umbara berpendapat, kasus David Ozora memang mengguncang Indonesia.

Namun banyak masyarakat yang tidak tahu bagaimana perjalanan psikologis bahkan spiritual seorang ayah yang melihat anaknya jadi korban perundungan anak pejabat negara sampai harapan hidupnya hanya tinggal dua persen.

Harapan dan Jadwal Tayang Film Ozora

Ide awal film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel lahir dari Bounty Umbara. Kali pertama merencanakan proyek ini, ia dan Anggy Umbara sepakat untuk menyutradarainya bersama. Sudut pandang perjuangan ayah dalam film ini pun mencuri perhatian.

“Jadi dalam film ini juga akan mengangkat soal harapan dan mujizat Tuhan,” jelas Anggy Umbara yang juga memproduseri film ini. Selain jadi pengingat atas kasus perundungan yang mengguncang Indonesia, film ini juga menyoroti solidaritas masyarakat.

Solidaritas publik dapat tumbuh menjadi kekuatan nyata ketika ketidakadilan terjadi. Ketika penyalahgunaan kekuasaan kerap mengemuka, Ozora mengajak publik memanfaatkan berbagai ruang untuk melawan ketidakadilan.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Maternity Shoot, Simpel tapi Penuh Makna

Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan