Pertaruhan The Series 3 Ungkap Perkembangan Karakter Elzan dan Tokoh Baru yang Santun tapi Sadis

Mulai dari perkembangan karakter Elzan hingga hadirnya karakter baru 'Elang', Pertaruhan The Series 3 kembali dengan karakter yang semakin berwarna.

Diterbitkan 13 November 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jefri kemudian mengatakan bahwa dorongan internal yang kuat untuk menyelamatkan atau menolong orang lain ini disebut sebagai savior complex.

Elang, Sosok Santun tapi Sadis

Karakter Elang memberikan kesan yang kuat di episode pertama, digambarkan sebagai sosok yang santun tapi sadis. Pembentukan karakter Elang terinspirasi oleh latar belakang Jawa. 

Sutradara Fajar Martha Santosa menarik roh dari kisah raja-raja Jawa zaman dahulu. Raja-raja tersebut dapat membunuh dengan sangat sopan, seperti menyuruh orang menganga lalu menjatuhkan timah cair, tetapi tetap mempertahankan kesantunan mereka. 

“Nah, Elang itu dari Jawa gitu. Bayangin aja kalau raja-raja Jawa zaman dulu mereka bisa dengan santun gitu membunuh orang,” kata Fajar, “Kita coba tarik rohnya ke arah karakternya Elang. Jadi gimana ya orang yang sangat santun dengan blangkon dengan tata bahasa yang baik gitu ternyata amat sangat sadis bahkan di titik-titik terkecilnya gitu.”

Perang Dingin Kepemimpinan

Karakter Kumala yang diperankan oleh Aulia Sarah mengalami perubahan yang cukup signifikan di musim 3, di mana ia terpaksa mengambil peran kepemimpinan. Setelah kematian bos besar, Kumala harus menggantikan posisinya dan memimpin geng tersebut. 

Meskipun Kumala berada di posisi pemimpin, terjadi konflik internal yang signifikan dalam grup tersebut. Kumala dan Elang berada dalam perang dingin karena keduanya ingin mendominasi dan memperebutkan posisi pemimpin. Aulia menyebut situasi ini membuat musim 3 terasa lebih rumit.

“Di dalam grup ini Kumala sama Elang, kita tuh kayak ribut-ribut perang dingin gitu karena pengen mendominasi menjadi pemimpin gitu,” jelas Aulia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Rinjani Nur Anisa, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan