Alasan Adhisty Zara Bergabung di Beri Cinta Waktu, Debutnya Berakting di Sinetron

Setelah dikenal lewat berbagai film, Adhisty Zara akhirnya menjajal dunia sinetron. Apa alasannya memilih sinetron SCTV Beri Cinta Waktu?

Diterbitkan 23 Oktober 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Aktris Adhisty Zara resmi menandai debutnya di dunia sinetron lewat proyek Beri Cinta Waktu yang disutradarai oleh Anika Marani. Dalam sinetron SCTV tersebut, Zara memerankan sosok Adila, seorang sekretaris yang pekerja keras dan rela melakukan apa pun demi keluarganya.

Sinetron Beri Cinta Waktu telah tayang perdana pada 16 Oktober 2025 lalu di SCTV. Selain Adhisty Zara, serial ini juga dibintangi oleh Yesaya Abraham sebagai Trian dan Rayn Wijaya sebagai Rama.

Dalam wawancara pada Selasa (21/10/2025), Zara membagikan pengalamannya pertama kali berperan dalam sinetron.

Setelah dikenal lewat berbagai film, Adhisty Zara akhirnya menjajal dunia sinetron. Zara menyebut Beri Cinta Waktu sebagai proyek yang menarik karena menggabungkan unsur romansa dan komedi yang ringan.

“Mungkin karena aku tahu dari cerita ini udah menarik banget. Sinopsisnya juga sesuatu yang baru untuk aku, orang yang suka banget romcom, mau banget untuk bisa terlibat dalam proyek ini,” tutur Zara.

Selain itu, ia juga tertarik untuk menerima tawaran tersebut karena ingin mencoba pengalaman baru di dunia sinetron, sesuatu yang sudah lama ingin ia lakukan. Zara merasa antusias karena banyak kru dan tim kreatif di balik layar yang sama-sama baru pertama kali mengerjakan sinetron.

“Jadi rasanya kayaknya seru ya mulai syuting sinetron pertama kali itu bareng-bareng sama banyak orang yang pertama kali ngerjain sinetron juga,” ucapnya. 

Tantangan Adaptasi dan Proses Syuting

Sebagai pendatang baru di dunia sinetron, Zara mengaku sempat mengalami kesulitan beradaptasi, terutama dengan ritme kerja striping yang padat. Ia harus membaca dan menghafal naskah dalam waktu singkat untuk memenuhi kebutuhan tayang harian.

“Cuman yang menantang di sinetron adalah kita harus bisa baca satu script cepat banget, satu buku cepat banget. Terus bisa menghafal dengan cepat karena pastinya satu hari take- nya tuh enggak seperti biasa gitu, adegannya bisa banyak banget,” ujar Zara.

>Proses adaptasi ini berlangsung cukup lama, bahkan hingga bulan kelima syuting, ia masih bisa lupa dialog jika adegan terlalu panjang. Meski begitu, Zara menganggap pengalaman ini menyenangkan dan tidak terlalu membebani. Ia belajar untuk lebih cepat tanggap, menjaga energi, dan tetap fokus meski jadwal syuting padat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Baginya, sinetron menjadi wadah belajar baru yang menantang, namun tetap terasa ringan karena suasana kerja di lokasi yang hangat dan suportif.

Halaman
Show All
Rinjani Nur Anisa, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan