9 Potret Warung Makan Milik Nunung di Jakarta, Interior Sederhana dengan Fasad Menarik

Menu utama ayam panggang dan berbagai lauk pedas seperti oseng nyonyor hingga tahu mercon, tempat ini menjadi daya tarik kuliner baru di kawasan Pancoran.

Diterbitkan 07 Oktober 2025, 09:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Warung makan milik komedian Nunung kini resmi hadir di Jakarta setelah sukses dengan usaha pertamanya di Solo. Jika di kota asalnya ia membuka warung bernama Songoseng by Mami Nunung, maka di ibu kota, ia berkolaborasi dengan Vicky Prasetyo lewat Ayam Panggang Mami Nungky – Pancoran. Nama "Mami Nungky" sendiri merupakan gabungan dari nama mereka berdua, yaitu Nunung dan Vicky.

Kehadiran warung ini langsung menarik perhatian publik karena konsepnya yang khas dan nuansa Jawa yang kental. Dengan menu utama ayam panggang dan berbagai lauk pedas seperti oseng nyonyor hingga tahu mercon, tempat ini menjadi daya tarik kuliner baru di kawasan Pancoran. Tak hanya rasa, suasana dan desain tempatnya juga menggambarkan ciri khas humor serta kehangatan yang identik dengan Nunung.

"Dulu aku di dunia hiburan itu nikmat banyak tapi ibadah suka-suka, mungkin karena itu rezeki yang banyak diminta lagi sama yang di atas (Tuhan). Mungkin ini (warung) ya aku ditunjukkan jalan, ramai terus ini Fan setiap hari," ungkap Nunung menceritakan pengalaman hidupnya, dikutip dari YouTube deHakims Story, Sabtu (4/10/2025)

1. Tampilan Luar yang Menarik Perhatian

Bagian depan warung Ayam Panggang Mami Nungky menempati sebuah ruko dengan area parkir cukup luas. Terlihat satu SUV hitam dan beberapa motor terparkir di depan bangunan, menandakan lokasi ini cukup ramai dikunjungi. Papan nama besar di atas ruko menampilkan ikon gunungan wayang dengan ilustrasi wajah dua orang, yang kemungkinan besar adalah Nunung dan Vicky Prasetyo. Di bawahnya, tulisan “Ayam Panggang Mami Nungky” menjadi pusat perhatian setiap pengunjung yang lewat.

Selain papan utama, ada spanduk besar bertuliskan “Grand Opening” lengkap dengan foto Nunung dan Vicky, serta beberapa karangan bunga ucapan selamat. Suasana saat foto diambil tampak mendung, menambah kesan hangat dan teduh di sekitar area tersebut. Orang-orang terlihat melintas sambil memperhatikan spanduk besar yang menggoda rasa penasaran. Kombinasi antara warna mencolok dan simbol budaya Jawa membuat tampilan luar ini menonjol di tengah deretan ruko lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Fasad bangunan warung ini didominasi oleh warna merah terang yang menciptakan kesan berani dan energik. Tulisan putih timbul di bagian depan menegaskan identitas warung, yaitu “Jagone Ayam Panggang dan Jangan Ndeso.” Ungkapan ini bukan hanya slogan, tetapi juga penegasan bahwa menu mereka adalah jagoan dalam cita rasa tradisional Jawa. Di sisi kiri, logo gunungan wayang dengan wajah Nunung dan Vicky tampak menonjol, menjadi daya tarik visual tersendiri. Penggunaan warna merah dipilih bukan tanpa alasan. Warna ini sering diasosiasikan dengan semangat dan keberuntungan, sesuai dengan harapan Nunung dan Vicky untuk membawa energi positif dalam usaha kuliner mereka. Dari luar, restoran ini terlihat sangat fotogenik dan cocok dijadikan spot foto bagi pelanggan. Fasad ini jelas menunjukkan bahwa warung tersebut tak sekadar tempat makan, tetapi juga ekspresi budaya dan karakter dua tokoh hiburan Tanah Air.

Halaman
Show All
Rizka Nur Laily Muallifa, Tyas Titi KinaptiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan