Mama-Mama Pengejar Cinta: Original Series Terbaru Vidio Berkisah soal Perjalanan Emosional Tiga Sahabat dalam Mengejar Cinta

Vidio dengan bangga mempersembahkan original series terbaru berjudul Mama-Mama Pengejar Cinta.

Diperbarui 26 Agustus 2025, 23:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tara adalah sosok penuh warna yang selalu membawa tawa. Namun di balik wajah cerianya, ia menyimpan trauma mendalam tentang percintaan. Luka masa lalu membuatnya memilih menjalani hidup dengan santai tanpa komitmen, lebih nyaman menikmati kebebasan daripada mempertaruhkan hati. Meski begitu, kebersamaannya dengan para sahabat terkadang membuatnya bertanya-tanya: apakah ia benar-benar bahagia atau hanya pandai bersembunyi di balik keceriaan?

Dibalut dengan humor yang segar dan momen-momen menyentuh, Vidio Original Series Mama-Mama Pengejar Cinta menghadirkan potret kehidupan perempuan dewasa yang kompleks namun penuh harapan. Series ini mengajak penonton untuk percaya bahwa “life begins at 40” bukan sekadar ungkapan, melainkan kesempatan nyata untuk meraih mimpi, memperjuangkan kebahagiaan, dan mengejar cinta.

4 Fakta Menarik Mama-Mama Pengejar Cinta!

1. Kisah yang Dekat dengan Realita Perempuan Dewasa

Mama-Mama Pengejar Cinta menyorot persoalan yang kerap dialami perempuan di usia matang, mulai dari perceraian, mencari jati diri setelah hubungan berakhir, hingga menata ulang hidup sambil menghadapi tuntutan sosial dan keluarga. Konflik yang dihadirkan tidak hanya soal cinta, tapi juga persahabatan, kepercayaan diri, dan keberanian mengambil langkah baru. Banyak penonton, terutama perempuan dewasa, akan merasa “kok ini gue banget” saat menyaksikan perjalanan tokohnya, karena ceritanya begitu lekat dengan keseharian.

Wulan Guritno, yang memerankan karakter Adia, juga merasakan kedekatan itu, “Aku berperan sebagai Adia, seorang perempuan yang mandiri dan sangat protektif terhadap anak perempuannya. Dalam mendalami karakter ini, aku mencoba menghubungkan rasa yang pernah aku alami secara pribadi dengan rasa yang dimiliki Adia. Walaupun tidak sama, ada banyak kejadian yang serupa tapi tak sama, dan dari situ aku bangun emosinya,” ungkap Wulan.

2. Persahabatan yang Solid di Dalam dan Luar Layar

Nggak cuma akrab di depan kamera, para pemain Mama-Mama Pengejar Cinta ternyata juga dekat banget di kehidupan nyata. Awalnya mereka hanya sebatas saling kenal, tapi seiring proses syuting justru makin kompak sampai sering hangout bareng di luar set. Kedekatan inilah yang bikin chemistry persahabatan di layar terasa natural dan bikin penonton ikut percaya hubungan mereka.

Asri Welas pun membagikan keseruan persahabatan mereka, “Kita deket banget sampe tukeran hobi. Misalnya Wulan suka banget padel, aku sama Masayu jadi ikutan padel, begitu juga sebaliknya. Sekarang pokoknya apa-apa bareng, bahkan anak-anak kita juga temenan. Kemarin juga sempat liburan bareng,” cerita Asri.

3. Antara Serius dan Kocak, Begini Tantangan Para Mama Ketika Shooting!

Salah satu kekuatan Mama-Mama Pengejar Cinta adalah keseimbangan antara drama emosional dan komedi yang ringan. Adegan-adegan haru dibuat menyentuh, tapi di saat yang sama penonton juga bisa tertawa lewat celetukan maupun chemistry para pemain.

Wulan Guritno mengaku justru tantangan terbesarnya datang dari lawan mainnya sendiri, “Tantangan terbesarnya justru datang dari lawan mainku, terutama saat harus beradu peran dengan Mbak Asri Welas di adegan-adegan emosional. Padahal dia nggak ngapa-ngapain, tapi ekspresinya dan celetukannya suka bikin aku gagal fokus! Kebayang kan se-lucu apa series ini?” ungkap Wulan.

Sementara itu, Masayu Anastasia yang berperan sebagai Ibel merasakan tantangan berbeda, “Buat aku, tantangan terbesarnya adalah karena karakter Ibel ini pendiam dan suka memendam, jadi nggak bisa terlalu lepas saat mengekspresikan emosinya. Itu lumayan berat, karena semuanya serba ditahan. Nggak bisa terlalu meledak-ledak seperti karakter lainnya,” jelas Masayu.

4. Setiap karakter mempunyai sisi menarik!

Selain menghadirkan konflik besar yang seru untuk diikuti, Mama-Mama Pengejar Cinta juga menampilkan perjalanan personal dari masing-masing karakternya. Setiap tokoh punya dinamika hidup yang berbeda, mulai dari persimpangan besar hingga urusan hati yang belum selesai.

Masayu Anastasia, misalnya, mengaku menemukan hal unik saat memerankan sosok Ibel. “Karakter Ibel ini tipikal perempuan yang suka menyembunyikan perasaannya sendiri dengan cara membantu sahabat-sahabatnya. Dia lebih banyak memendam apa yang dia rasakan, padahal sebenarnya dia masih mencintai mantan pacarnya yang bisa dibilang adalah true love dalam hidupnya. Jadi masih ada unfinished business yang belum diselesaikan,” jelas Masayu.

Wulan Guritno melihat transformasi karakter Adia sebagai proses yang penuh makna. “Manusia kalau menghadapi musibah biasanya awalnya nggak terima. Tapi dari kisah Adia, kita bisa belajar bahwa ketika kita mulai menerima dan ikhlas dengan apa yang terjadi, justru itu bisa membawa kita menemukan jati diri yang sebenarnya,” ungkap Wulan.

Asri Welas pun mengaku banyak mendapat pengalaman baru lewat karakter Tara yang ia perankan. “Tara itu orangnya fun, easy going, dan cukup berani dalam berpenampilan. Aku pribadi sebelumnya nggak seperti itu, jadi banyak belajar dari karakter ini. Karakter ini juga lumayan ‘liar,’ apalagi dalam percintaan,” ungkap Asri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan