Lucky Hakim Lepas Ribuan Ular Sawah Demi Serang Balik Hama Tikus: Program Ini Untuk Bantu Petani

Aktor sekaligus Bupati Indramayu Lucky Hakim menabuh genderang perang terhadap hama tikus. Ia melepasliarkan ribuan ekor ular Coelognathus radiatus.

Diterbitkan 09 Agustus 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Bupati Indramayu Lucky Hakim melepas ribuan ular untuk atasi hama tikus.
  • Hama tikus meresahkan petani dan menyebabkan kerugian besar di Indramayu.
  • Ular yang dilepas tidak berbisa, asli Indramayu, dan efektif memangsa tikus.

Liputan6.com, Jakarta Aktor sekaligus Bupati Indramayu Lucky Hakim menabuh genderang perang terhadap hama tikus. Melibatkan sejumlah influencer, ia melepaskan ribuan ekor ular Coelognathus radiatus  atau Ular Lanang Sapi.

Diharapkan, ular-ular tersebut memangsa hama tikus yang menyerang persawahan Indramayu. Belakangan, hama tikus meresahkan petani. Keresahan ini ditindaklanjuti dengan program Ular Sahabat Tani.

“Ribuan ular lanang sapi dan ular koros sudah kita lepas di lokasi-lokasi yang terserang hama tikus. Kasihan petani gagal tanam dan rugi besar karena serangan tikus sangat banyak,” Lucky Hakim menjelaskan.

Ular-ular yang dilepasliarkan adalah ular yang habitat aslinya di Indramayu. Mereka sejak lama diburu dan dibunuh karena dianggap menakutkan sebagian orang. Populasi ular ini turun drastis. Akibatnya tikus merajalela.

 

Banyak Ular Dibunuh

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Jumat (8/8/2025), Lucky Hakim mengakui hama tikus jadi isu besar. Berbagai cara telah ditempuh petani dari gerakan kampung gropyok tikus, penaguran racun, hingga pemasangan alat setrum.

Kini, program Ular Sahabat Tani menjadi harapan baru. “Ini aslinya jenis ular yang berasal dari Indramayu, dulu tikus bisa dikontrol populasinya saat ada banyak ular, biawak dan burung hantu,” Lucky Hakim memaparkan.

“Karena dianggap menakutkan, maka banyak ular dibunuh. Bukan hanya ular, biawak dan burung Hantu juga diburu lalu ditangkap. Efek tindakan itu maka populasi tikus jadi banyak dan enggak terkontrol,” ia menyambung.

 

Ularnya Tidak Berbisa

Lucky Hakim juga sudah melaksanakan program pusat untuk melepas burung hantu di area persawahan Indramayu beberapa bulan lalu. Namun, ia menganggap masalah hama tikus ini harus ditangani lebih variatif dan komprehensif.

Program Ular Sahabat Tani sempat dipertanyakan beberapa kelompok masyarakat terkait aspek keamanan bagi manusia. Lucky Hakim menjelaskan ular-ular yang dilepasliarkan tidak berbahaya bagi manusia, tak berbisa dan tidak tumbuh sampai ukuran besar.

“Ularnya tidak berbisa, ukurannya tidak akan tumbuh besar seperti ular sanca. Maksimal sebesar jempol kaki orang dewasa, panjang maksimal 1,5 meter. Ini ular spesial makan tikus dan kodok, kalau lihat orang pasti ularnya kabur,” urai Lucky Hakim.

 

2 Sampai 3 Tikus Dewasa

“Seandainya ditangkap dan menggigit paling hanya lecet karena giginya kecil. Sebagai bukti, saya tunjukkan video-video ular tersebut ketika menggigit tangan, hanya luka kecil dan sama sekali tidak berbahaya” ia mengakhiri.

Satu ekor ular Lanang Sapi mampu memangsa 2 sampai 3 tikus dewasa. Ia bisa juga memakan lebih dari 10 anak tikus dalam seminggu. Ular ini memiliki warna khas coklat kekuningan dan ada garis memanjang di punggung sehingga mudah dikenali para petani.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

7 Film Horor Jepang Terbaru 2026 dan Jadwal Tayangnya, Wajib Masuk Watchlist

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan