Profil Ozzy Osbourne, Mengenang Pulangnya Sang Pangeran Kegelapan Legenda Metal

Dunia musik terutama rock berduka saat sang "Pangeran Kegelapan" Ozzy Osbourne, menutup mata untuk selamanya pada Selasa (22/07/2025).

Diperbarui 23 Juli 2025, 12:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - John Michael "Ozzy" Osbourne, vokalis legendaris yang dikenal dunia sebagai "Prince of Darkness," telah meninggal dunia di usia 76 tahun pada Selasa (22/07/2025). Dikelilingi oleh keluarganya di Birmingham, Inggris, kepergiannya menandai akhir dari sebuah babak penting dalam sejarah musik heavy metal

Sebagai pentolan band perintis heavy metal, Black Sabbath, Ozzy menjadi pioneer dari sebuah genre musik yang gelap, berat, dan menggelegar. Kehadiran dan citranya yang kontroversial menjadikannya salah satu figur paling dikenal dalam budaya pop rock dan metal.

Di luar panggung, Ozzy adalah seorang pria dengan banyak sisi. Melalui reality show The Osbournes, dunia melihatnya sebagai seorang ayah yang terkadang linglung namun penuh kasih. Perjuangannya melawan kecanduan dan berbagai masalah kesehatan menunjukkan sisi manusianya yang rapuh, kontras dengan persona panggungnya yang tak terkalahkan.

Kepergian Ozzy meninggalkan duka mendalam bagi para penggemar dan rekan musisi. Namun, musik dan legendanya akan terus hidup. Dari album pertama Black Sabbath hingga karya solo terakhirnya, Ozzy Osbourne telah memberikan soundtrack bagi banyak kehidupan dan memastikan bahwa "kegilaan" ini tidak akan pernah benar-benar berakhir.

Lahirnya Sang Legenda dan Black Sabbath

John Michael Osbourne lahir pada 3 Desember 1948 di Marston Green, Britania Raya. Perjalanan hidupnya penuh dengan jatuh bangun, ia putus sekolah pada usia 15 tahun, menjalani beberapa pekerjaan bergaji rendah dan menghabiskan waktu singkat di penjara karena pencurian sebelum memulai karier musiknya. 

Pada akhir tahun 1960-an, takdir mempertemukannya dengan Geezer Butler, Tony Iommi, dan Bill Ward. Bersama-sama, mereka membentuk sebuah band bernama Black Sabbath. Nama ini terinspirasi dari sebuah film horor, menjadi cikal bakal dari citra gelap yang akan mereka usung.

Dengan musik yang lebih lambat dari blues, lebih berat, dan lirik yang menjelajahi tema-tema kelam, Black Sabbath menciptakan sebuah genre musik baru: heavy metal. Mereka merilis album self-titled mereka pada tahun 1970, diikuti dengan rekaman platinum seperti “Paranoid” dan “Master of Reality” sepanjang sisa dekade tersebut.

Karier Solo yang Kontroversial

Setelah dipecat dari Black Sabbath pada tahun 1979, Ozzy tentu tidak menyerah. Ia bangkit kembali dengan karier solo yang luar biasa sukses, membuktikan bahwa dirinya lebih dari sekadar vokalis sebuah band legendaris. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Album debut solonya, Blizzard of Ozz (1980), menjadi sebuah mahakarya yang melahirkan lagu-lagu hits, salah satunya "Crazy Train". Album Diary of a Madman pada tahun berikutnya bahkan lebih populer dan berhasil menjual lebih dari lima juta eksemplar. Ozzy tidak hanya dikenal karena musiknya, tetapi juga karena pertunjukan panggungnya yang gila dan kontroversial, termasuk insiden legendaris menggigit kepala kelelawar di atas panggung. Saat itu, Ozzy mengaku bahwa ia keliru mengira itu adalah mainan yang dilempar ke atas panggung oleh seorang penggemar. Citra dirinya yang gemar konsumsi miras dan narkoba pun sudah melegenda. Puncak gelap kecanduannya adalah pada tahun 1989 saat dia ditangkap atas percobaan pembunuhan istri keduanya, Sharon. Melansir dari BBC, pada tahun 1990-an citra liarnya berubah berkat acara realitas MTV “The Osbournes”, yang menggambarkan dirinya sebagai kepala keluarga yang sebenarnya baik.  "Semua hal di atas panggung, kegilaannya, itu semua hanyalah peran yang saya mainkan, pekerjaan saya," ujarnya pada The New York Times pada tahun 1992. "Saya bukan Antikristus. Saya seorang pria berkeluarga."

Halaman
Show All
Vindy Therecia, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan