Premis Provokatif S Line: Garis Merah Muncul di Kepala, Menghubungkan Semua Orang yang Pernah Berhubungan Intim

S Line merupakan drakor thriller fantasi yang dibintangi Lee Soo Hyuk hingga Arin dari Oh My Girl.

Diterbitkan 16 Juli 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • S Line mengungkap rahasia kelam melalui kemampuan melihat garis merah.
  • Drama ini mengeksplorasi isu seksualitas dan norma sosial yang tabu.
  • S Line meraih penghargaan Musik Terbaik di Cannes International Series Festival 2025.

Liputan6.com, Jakarta Drakor S Line hadir dengan premis yang unik dan provokatif: bagaimana jika garis merah tampak keluar dari kepala manusia, menghubungkan siapa saja yang pernah melakukan hubungan intim satu sama lain? Pertanyaan inilah yang menjadi dasar dari serial adaptasi webtoon populer berjudul sama tersebut.

Berbeda dari versi webtoonnya, di mana garis-garis merah itu terlihat oleh semua orang dan menjelajahi tema kompleks seperti perselingkuhan, kekerasan seksual, hingga homoseksualitas, versi televisinya mengambil pendekatan yang lebih terbatas.

Dalam drakor ini, hanya sebagian orang yang bisa melihat garis-garis tersebut, dan kemampuan itu diperoleh melalui sepasang kacamata khusus yang misterius.

Serial ini dibintangi oleh Lee Soo Hyuk sebagai Ji-wook, seorang detektif yang mengalami kecanduan seksual, dan Arin dari Oh My Girl yang berperan sebagai Hyun-hyeup, gadis yang sejak lahir memiliki kemampuan untuk melihat S Line.

Cerita menjadi semakin kompleks ketika kacamata yang memperlihatkan garis-garis merah tersebut jatuh ke tangan masyarakat luas, memicu kekacauan dan drama yang tak terduga.

 

Kacamata sebagai Media

“Saat pertama kali melihat karya ini dan memulai proyek, kami bertanya-tanya apakah mungkin secara realistis menggambarkan dunia yang dipenuhi S Line. Jadi kami memutuskan untuk mempertahankan semestanya, tapi mengekspresikannya dengan cara berbeda,” jelas sutradara Ahn Joo Young dikutip dari The Korea Herald, Rabu (16/7/2025)

“Dari situlah muncul ide bahwa hanya beberapa orang yang bisa melihat garis itu, dan bisa dilihat melalui kacamata sebagai media,” sambungnya.

Perubahan Perilaku

Ahn juga mengungkapkan bahwa fokus utama serial ini bukan pada garis merahnya, melainkan pada manusia dan perubahan perilaku mereka.

“Menurut saya, karya aslinya pada dasarnya adalah cerita tentang manusia. Fokus utamanya adalah bagaimana seseorang berubah ketika garis-garis itu muncul dan orang lain mulai bisa melihatnya,” tuturnya.

“Tema utamanya adalah tentang bagaimana munculnya hasrat baru di luar sifat dasar manusia, jadi saya ingin mencerminkan perubahan itu melalui karakter-karakter dalam S Line,” sambungnya.

Menang di Cannes

S Line tayang di platform Wavve dengan total enam episode yang dirilis dua episode per minggu. Serial ini tidak hanya mengandalkan unsur misteri dan fiksi ilmiah, tetapi juga mengangkat persoalan sosial dan psikologis yang erat kaitannya dengan hasrat, rahasia, dan relasi manusia.

Menariknya, S Line telah mendapatkan pengakuan di panggung internasional. Serial ini menjadi salah satu dari lima judul Korea yang terpilih dalam Festival Serial Internasional Cannes tahun ini. Tak hanya itu, S Line juga mencatat sejarah sebagai serial Korea pertama yang memenangkan penghargaan musik terbaik di ajang bergengsi tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Agent Kim Reactivated Dianggap Mirip Film Taken, Sutradara Drakor Bersuara

Zulfa Ayu Sundari, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan