Eddie Karsito Tampil Apik sebagai Tukang Sate Cak Edi di Film Banyak Anak Banyak Rejeki

Meski lebih dikenal lewat karier jurnalistiknya, Eddie Karsito bukan sosok asing dalam perfilman Indonesia, terbaru, ia kembali berakting dalam film berjudul Banyak Anak Banyak Rejeki. Berikut selengkapnya.

Diperbarui 07 Juli 2025, 15:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Setiap karakter dalam film, sekecil apa pun perannya, memiliki kontribusi besar dalam memperkuat bangunan cerita. Hal ini dibuktikan oleh Eddie Karsito, wartawan senior yang juga dikenal sebagai aktor berpengalaman dengan dedikasi tinggi di dunia seni peran.

Meski lebih dikenal lewat karier jurnalistiknya, Eddie Karsito bukan sosok asing dalam perfilman Indonesia. Ia pernah memenangkan penghargaan Pemeran Pembantu Pria Terpuji dalam Festival Film Bandung (FFB) 2008 berkat perannya sebagai Lamhot Simamora dalam film Maaf, Saya Menghamili Istri Anda.

Kini, Eddie kembali berakting dalam film terbarunya berjudul Banyak Anak Banyak Rejeki (yang Harus Dicari!), produksi Black White Pictures, garapan sutradara Tyas Asko dan diproduseri oleh Fadli Fuad. Film ini mengangkat nuansa budaya lokal Betawi dengan sentuhan kenusantaraan yang kental.

Saat ditemui di lokasi syuting di kawasan Depok, Sabtu (5/7/2025), Eddie tampak membaur akrab bersama kru dan pemain.

Dalam film ini, ia memerankan Cak Edi, seorang penjual sate ayam asal Madura yang digambarkan dengan logat khas Madura yang fasih dan pembawaan yang total.

“Ini kebanggaan sekaligus ruang silaturahmi dengan kawan-kawan di industri film,” kata Eddie kepada awak media sebelum menjalani pengambilan gambar.

“Mr. One Scene” yang Selalu Tampil Total

Meski kerap mendapat peran kecil dengan dialog terbatas, Eddie tak pernah mempersoalkannya. Ia justru melihat bahwa kekuatan peran bukan ditentukan dari seberapa banyak dialog, melainkan dari bagaimana aktor bisa menghidupkan karakternya.

“Sedikit atau banyak peran dan dialog tidak masalah. Bagi aku yang penting mampu menghidupkan karakter peran. Tampil meyakinkan dan menarik bagi penonton,” ujarnya.

Menurutnya, banyak aktor Hollywood pun tampil dengan minim dialog tapi tetap membekas, seperti Leonardo DiCaprio dalam The Revenant, Arnold Schwarzenegger di Terminator 2, atau Henry Cavill dalam Batman vs Superman.

>“Paradigma yang digunakan bukan soal dialog, satu atau dua scene, tapi totalitas akting dan harus bisa memahami peran dalam satu judul film,” tegasnya.

Karena sering tampil hanya dalam satu atau dua adegan, ia pun kerap dijuluki rekan-rekannya sebagai Mr. One Scene. Namun Eddie tak ambil pusing, justru menjadikan itu sebagai tantangan dalam memberi kesan meski durasi terbatas.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Untuk mendalami peran sebagai pedagang sate Madura, Eddie mengaku tak perlu melakukan observasi khusus. Sebagai perantau dari Kisaran, Asahan (Sumatera Utara), ia sudah sangat akrab dengan kehidupan rakyat kecil sejak muda. “Pahitnya hidup di Jakarta aku rasakan. Jadi gelandangan, tidur di emperan toko. Jadi kuli bangunan, kuli panggul di Pasar Induk Kramat Jati. Pernah jadi kenek angkot, supir oplet, jualan bakso, macam-macam,” kenangnya.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan