Karimata: Lima Musim yang Berarti, Jejak Supergrup Jazz Indonesia dalam Buku Kolektif

Buku Lima Musim yang Berarti yang setebal 222 halaman ini menjadi bukti nyata penghormatan atas kiprah Karimata, grup musik jazz-fusion yang aktif dari 1986 hingga 1991.

Diperbarui 02 Juli 2025, 20:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Contohnya, soal Karimata tampil di North Sea Jazz Festival 1986—rata-rata sudah lupa siapa yang ikut dan berapa lama tampil,” ungkap Aria.

Bonus Partitur dan Kenangan Bermakna

Salah satu keunikan buku ini adalah kehadiran partitur dari 10 lagu andalan Karimata, termasuk lagu legendaris “Seng Ken Ken”, yang ditulis ulang oleh Aminoto Kosin.

Sebagai salah satu personel Karimata, Candra Darusman mengungkapkan betapa berharganya buku ini sebagai bentuk nyata dari persahabatan dan semangat gotong royong yang tumbuh sejak dulu.

“Kalau buku ini bisa bicara, ia membawa kegembiraan. Tapi saya agak malu karena kontribusi saya di sini tidak banyak,” ungkap Candra merendah.

Lima Musim yang Berarti bukan sekadar buku musik, tetapi juga potret kolektif tentang dedikasi, persahabatan, dan warisan musikal dari sebuah era penting dalam sejarah musik Indonesia. Bagi para penggemar jazz dan pencinta musik tanah air, buku ini menjadi dokumen penting yang layak dimiliki.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan