- Bobby Vylan adalah duo punk-rap yang dikenal dengan lirik kritis.
- Kontroversi di Glastonbury 2025 menyebabkan kehilangan agen dan visa AS.
- Album terbaru mereka mencapai peringkat ke-18 di UK Albums Chart.
Liputan6.com, Jakarta Kehebohan muncul setelah penampilan grup Bob Vylan, di Festival Glastonbury 2025 yang dihelat di Worthy Farm, Somerset, Inggris. Pasalnya, di atas panggung festival tersebut duo rap punk ini melontarkan pesan politik yang sangat keras, terkait genosida yang dilakukan Israel di Palestina.
Dilansir dari CNN dan Deadline, Selasa (1/7/2025), hal ini diawali saat Bobby Vylan--sang vokalis dan gitaris--mengajak ribuan hadirin yang menyemut untuk meneriakkan slogan "Free, free Palestine." Sementara member lainnya, Bobbie Vylan menabuh drum.
Namun aksinya di Festival Glastonbury 2025 tak berhenti sampai di sini. Setelah ucapan soal kebebasan Palestina ikut diteriakkan hadirin ia berujar, "Oke, tapi pernahkah kalian mendengar yang ini? Mati, matilah IDF."
IDF adalah singkatan dari Israel Defense Forces atau Pasukan Pertahanan Israel. Di backdrop panggung, kelompok ini juga menampilkan gambar bendera Palestina dan tulisan “PBB menyebutnya sebagai genosida. BBC menyebutnya sebagai ‘konflik’."
BBC, adalah media yang menayangkan acara ini secara langsung.
Israel Tersinggung Berat, Glastonbury Angkat Suara
Reaksi soal panggung ini, langsung gegap gempita dan video rekamannya viral di medsos. Di sisi lain, pihak Israel tersinggung luar biasa. Kedutaan Besar Israel di Inggris menyatakan pihaknya sangat terganggu oleh hal yang mereka sebut sebagai retorika provokatif dan penuh kebencian.
Sementara pihak Glastonbury juga merilis pernyataan panjang, yang menyiratan ketidaksetujuan atas aksi panggung ini.
"Dengan hampir 4.000 pertunjukan di Glastonbury 2025, pasti akan ada seniman dan pembicara yang tampil di panggung yang pandangannya tidak kami setujui, dan kehadiran seorang performer di sini tidak boleh dianggap sebagai dukungan diam-diam terhadap pendapat dan keyakinan mereka," kata pihak festival.
Ditambahkan, "Teriakan mereka sudah melewati batas dan kami ingin mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam produksi Festival bahwa tidak ada tempat di Glastonbury untuk antisemitisme, ujaran kebencian, atau hasutan untuk melakukan kekerasan.”
Visa Dicabut
Perkembangan terbaru, pada Senin kemarin Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau mengatakan bahwa Departemen Luar Negeri telah mencabut visa AS untuk anggota band Bob Vylan terkait aksi panggung mereka di festival ini.
Via X ia menulis, "Orang asing yang mengagungkan kekerasan dan kebencian bukanlah pengunjung yang disambut dengan baik di negara kita." Bob Vylan sendiri dijadwalkan untuk melakukan tur AS yang dimulai pada akhir Oktober.
Tak Menyesal
Pada hari Minggu, Bob Vylan merilis pernyataannya mengenai hal ini. Termasuk menyatakan bahwa mereka mendapat pesan dukungan hingga komentar kebencian soal aksi panggungnya. Namun mereka tak menyesali aksi ini.
"Mengajari anak-anak kita untuk menyuarakan perubahan yang mereka inginkan dan butuhkan adalah satu-satunya cara untuk menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik," tulis mereka via Instagram.
Mereka menambahkan, "Saat kita menua, semangat kita mungkin mulai redup di bawah tekanan kehidupan sebagai orang dewasa dan segala tanggung jawabnya, karena itu sangatlah penting bagi kita menginspirasi generasi mendatang untuk meneruskan obor yang telah diwariskan kepada kita."
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210935/original/083222100_1746520396-1080x1080_02__3_.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269007/original/059641900_1751333067-000_647J9Y6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)