Momen The Beatles Serobot Perhatian The Rolling Stones, Hey Jude Diputar di Pesta Ultah Mick Jagger dan Peluncuran Album Baru Bandnya

The Beatles dan The Rolling Stones sesekali memang kerap saling menyindir secara halus namun tetap menaruh kekaguman satu sama lain.

Diperbarui 23 Mei 2025, 14:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Acara peluncuran album Beggars Banquet yang diluncurkan The Rolling Stones pada musim panas 1968, seharusnya menjadi malam kejayaan Mick Jagger, sang vokalis. Namun, kehadiran Paul McCartney, pemain bass The Beatles yang datang dengan kejutan tak terduga, malah menyerobot perhatian yang punya hajat.

Seperti banyak orang tahu, pada masa itu publik kerap disuguhi narasi persaingan antara The Beatles dan The Rolling Stones. Meskipun pada kenyataannya hubungan kedua band legendaris asal Inggris ini cukup akrab sepanjang dekade 1960-an.

Biarpun sesekali saling menyindir secara halus hingga terkadang berubah jadi rasa iri, kedua band ini tetap menaruh kekaguman satu sama lain dan masih bersosialisasi tiap kali bertemu di tempat yang sama. Hubungan mereka bahkan telah terjalin sejak awal, ketika John Lennon dan Paul McCartney menciptakan lagu "I Wanna Be Your Man" pada 1963, lalu memberikannya kepada The Rolling Stones, yang saat itu namanya tengah menanjak.

Namun, ada satu malam yang kemudian menjadi legenda di kalangan pecinta musik rock and roll era itu, sebuah momen ketika The Beatles, terutama Paul McCartney, berhasil membuat ego Mick Jagger tertikam sangat dalam.

Melansir musicradar.com, peristiwa itu terjadi di klub malam Vesuvio yang baru dibuka di pusat kota London, Inggris, tempat bertema Maroko milik Tony Sanchez, sahabat dekat The Rolling Stones yang dikenal dengan julukan “Spanish Tony.” Lokasi malam itu disulap menjadi sebuah perayaan tiga hal sekaligus: pembukaan klub, ulang tahun Mick Jagger yang ke-25, dan peluncuran perdana album ketujuh Stones, Beggars Banquet.

 

Para Tamu yang Hadir Awalnya Tertuju pada The Rolling Stones

Diketahui para tamu undangan eksklusif malam itu, yang terdiri dari para selebritas dan pelaku industri musik London, awalnya berfokus pada The Rolling Stones.

Di tengah keramaian dan sorak sorai menyambut putaran pertama album baru The Rolling Stones, hadir pula pasangan John Lennon dan Yoko Ono (keduanya disebut sedang kurang sehat) serta Paul McCartney yang datang terlambat dengan gaya santai.

Tanpa banyak bicara, Paul secara tiba-tiba mendekati Tony Sanchez yang berada di booth pemutar musik. Ia diam-diam menyerahkan sebuah piringan hitam.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Tony mengenang momen itu yang dituliskan dalam sebuah buku berjudul The Beatles: Off the Record. “Begitu Paul masuk, semua orang masih menari-nari mengikuti Beggars Banquet, yang jelas-jelas merupakan album terbaik Stones sejauh itu,” kenangnya. “Paul diam-diam menyodorkan sebuah piringan dan berkata, ‘Coba dengar ini, Tony. Ini rilisan baru kami,’” sambungnya. Saat lagu terakhir, Salt of the Earth selesai, Sanchez memperhatikan label pada piringan yang diberikan McCartney, Hey Jude. Lagu yang belum dirilis itu baru akan keluar secara resmi pada 26 Agustus 1968, dan kemudian menjadi salah satu lagu paling berpengaruh sepanjang masa.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan