Saskhya Aulia Prima: Pentingnya Pengembangan Kemampuan Problem Solving pada Anak

Psikolog Saskhya Aulia Prima mengungkapkan pentingnya kemampuan problem solving dan critical thinking bagi anak melalui eksperimen sains.

Diperbarui 27 April 2025, 20:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di ESP, anak-anak akan merasakan pengalaman menjadi ilmuwan cilik. Mereka akan mengenakan jas lab dan diperkenalkan dengan alat-alat laboratorium sains yang mungkin belum pernah mereka lihat sebelumnya. “Kami berharap ESP dapat menjadi learning partner bagi anak dan orang tua,” tambahnya.

Area eksperimen di ESP mencakup Sensory Corner, Messy Play and Chemical Experiment, serta meja belajar untuk melakukan eksperimen hands-on. Anak-anak dapat memilih aktivitas sesuai dengan usia dan waktu yang mereka inginkan. “Durasi kelas untuk 1 eksperimen adalah 60 menit, sementara 2 eksperimen membutuhkan waktu 90 menit,” kata Kristanti.

Contoh Aktivitas yang Menstimulasi Kemampuan Anak

Salah satu contoh kegiatan yang dapat dilakukan di ESP untuk melatih problem solving dan critical thinking adalah Giant Toothpaste. Dalam aktivitas ini, anak-anak akan mencampurkan bahan-bahan kimia yang aman untuk membuat reaksi kimia yang menghasilkan busa besar. “Kegiatan ini membantu anak melatih logika dan memahami sebab akibat, serta cara mengikuti instruksi,” jelas Saskhya.

“Kami juga akan mengadakan kompetisi sains jenjang SD berupa Olimpiade Internal untuk program Ekstrakurikuler Sains bersama ESP pada bulan Mei mendatang. Kami berharap aktivitas di ESP dapat meningkatkan kemampuan problem solving dan critical thinking anak-anak Indonesia sehingga mereka bisa menjadi pemimpin masa depan,” tutup Ni Nengah Kristanti.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Zulfa Ayu SundariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan