Di Balik Kesuksesan Jumbo Menurut Kritikus, Film yang Melawan Tren Akan Bersinar Jika Diberi Waktu

Mengulik lebih dalam fenomena kesuksesan Jumbo dari sudut pandang kritikus film.

Diperbarui 25 April 2025, 21:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Animasi Jumbo menjadi fenomena baru di industri film Indonesia. Bagaimana tidak, belum sebulan tayang, film garapan Ryan Adriandhy menembus 4 besar film terlaris Indonesia sepanjang masa dengan perolehan penonton 6,4 juta, menyalip Pengabdi Setan 2 (2022) dengan 6,3 juta penonton.

Selain word of mouth yang begitu masif dan fenomena buzzer gratis Jumbo, Daniel Irawan selaku kritikus film menjabarkan beberapa poin penting yang juga berkontribusi besar dalam menunjang kesuksesan film animasi Indonesia ini.

“Yang utama kalau animasi memang perlu kekuatan karakter. Karakter yang kita kedepankan semenarik apa gitu, nah itu Jumbo dengan konsep karakter yang dibuat sejak awal memang kuat, sosoknya relatable,” jelasnya saat dihubungi Liputan6.com melalui telepon, Jumat (25/4/2025).

>Kekuatan skenario juga penting. Menurut Daniel Irawan, penulis Jumbo dengan apik menggabungkan dua elemen yang sebenarnya sulit disatukan.

“Karena satunya animasi keluarga banget gitu kan tentang anak-anak yang bermimpi mementaskan karya almarhum ayah dan ibunya, dan sosoknya yang kerap di-bully sama lingkungan gitu ya, digabungkan dengan fantasi,” papar Daniel Irawan.

“Sosok penggali kubur yang bisa mengendalikan arwah itu, itu kan fantasi banget. Fantasi dan memang enggak Indonesia gitu. Itu lebih dekat ke animasi luar. Jadi jembatan yang menggabungkan dua plotline besar ini sebenarnya bisa ter-handle dengan baik di Jumbo,” ia menyambung.

Jumbo adalah animasi Indonesia berkualitas tinggi. Sebelumnya, industri animasi Tanah Air bahkan tertinggal dari Malaysia.

“Un

tuk ukuran Indonesia dia sudah jauh lebih seamless animasinya, gerakan animasinya, kualitas animasinya, kemudian kendala yang biasa di dialog animasi yang kaku. Itu semuanya sudah bagus di Jumbo. Jadi ini memang jadi nation proud, jadi kebanggaan bangsa. Bahwa memang teknologi animasi kita ternyata sudah bisa sebagus ini,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Produser Kreatif film Qodrat 2.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Poin terakhir, original soundtrack yang catchy. Lihat saja bagaimana lagu “Selalu Ada di Nadimu” dengan mudahnya nempel di telinga penonton hingga ikut menyanyikannya selepas keluar bioskop. Setelah sekian lama, Indonesia punya lagu anak yang proper dan penuh makna.

Halaman
Show All
Zulfa Ayu Sundari, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan