Review Film Jumbo: Plot Penuh Dinamika, Penokohan Solid Disempurnakan Lagu Tema Yang Berdampak!

Lebaran 2025 di bioskop sangat festive. Keragaman lima film Indonesia amat terasa. Film animasi Jumbo, salah satu kontestan yang layak diperhitungkan.

Diterbitkan 06 April 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Meski jumlah pemudik menurun, Lebaran 2025 tetap festive. Setidakmnya, di bioskop. Keragaman lima film Indonesia yang bertarung di libur Lebaran tahun ini amat terasa. Film animasi Jumbo, salah satu kontestan yang layak diperhitungkan.

Diperkuat barisan pengisi suara mumpuni dari Ariel NOAH, Bunga Citra Lestari alias BCL, Prince Poetiray, hingga Muhammad Adhiyat si bungsu dalam keluarga Pengabdi Setan. Keunggulan Jumbo tak hanya dari aspek pengisi suara.

Naskahnya “Lebaran” banget. Dikemas dalam format animasi, film Jumbo karya sineas Ryan Adriandhy dengan cepat menyita perhatian anak-anak (dan orang dewasa yang mendampingi mereka ke bioskop).

Berikut review film Jumbo, yang diprediksi akan menjadi film Lebaran ketiga yang tembus sejuta penonton, menyusul Pabrik Gula dan Qodrat 2. Apa saja daya tarik Jumbo hingga begitu dicintai publik?

Don dan Postur Jumbonya

Don (Prince Poetiray) yang bertubuh tambun sering dipanggil Jumbo oleh teman-temannya, termasuk Atta (Muhammad Adhiyat). Karena postur dianggap kurang ideal, ia selalu duduk di bangku cadangan dalam permainan adu fisik seperti kasti.

Ayah (Ariel NOAH) dan ibu Don (Bunga Citra Lestari) meninggal dunia dalam kecelakaan mobil nan tragis. Don kini diasuh neneknya (Ratna Riantiarno) kemudian berkawan dengan Mae (Graciella Abigail) dan Norman (Yusuf Ozkan).

Suatu hari, kampung Don menggelar ajang adu bakat. Don ingin ikut dengan menyajikan atraksi mendongeng berbekal buku warisan ayah ibunya. Don, Norman, dan Mae lalu bertemu Meri (Quinn Salman), gadis kecil dari alam lain yang terpisah dari orang tuanya.

Meri dengan kekuatan gaibnya siap menyulap pertunjukan Don menjadi spektakuler agar menang festival berhadiah Rp500 ribu. Imbal baliknya, Don dan kawan-kawan harus membantu Meri melacak keberadaan orang tuanya yang disekap seseorang.

 

Jumbo Film Bagus

Jumbo film bagus. Titik. Klaim ini tak berlebihan. Penokohannya terbilang kompleks dan sangat masuk akal. Nasib Don kehilangan ayah ibu serasa seperti “tradisi” film Disney-Pixar. Tokoh utama tak punya keluarga utuh. Bukan berarti nasib Don ikut-ikutan Hollywood sebagai kiblat film dunia.

Dari kehilangan ini, Don belajar memaknai banyak hal dari merawat kenangan, melanjutkan hidup, menghargai apa yang tersisa dan dipunya seperti Oma, sahabat, bahkan orang yang selalu berseberangan dengan hidupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan