Detektif Jubun Angkat Suara Soal Atlet Taekwondo Hilang 10 Tahun Ternyata Kabur karena KDRT

Detektif Jubun kerap menyelidiki kasus orang hilang membagikan pendapatnya. 

Diperbarui 19 Maret 2025, 15:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Nah kemudian dilaporkan ke polisi dan disebarkan melalui pesan berantai. Masalah jadi runyam," kata Jubun.

"Masalah itu timbul dari kedua belah pihak. Tidak bisa menyalahkan salah satu pihak. Biasanya sih karena kurangnya keterbukaan dalam berkomunikasi. Ada perbedaan paham yang memicu perselisihan. Cara didik orang tua yang terlalu keras." 

"Orang tua cenderung merasa benar dan harus dituruti. Anak kan tidak bisa diperlakukan begitu juga. Namun si anak kan tidak harus pergi meninggalkan rumah hingga membuat orang tua khawatir. Jika mengalami masalah, bisa melibatkan saudara atau pihak keluarga yang lebih bijaksana untuk memediasi."

Detektif yang juga seorang pemuka agama dan penasihat rumah tangga ini pun memberikan pesan kepada anak dan ortunya yang saling berselisih.

"Jangan terlalu keras terhadap anak. Jadilah sebagai sahabat. Mungkin sebagai saran: bisa mengikuti seminar-seminar parenting. Sekarang kan bisa juga online melalui media yang ada," katanya. 

"Untuk anak, kalau ada masalah, jangan sampai meninggalkan rumah. Ada banyak cara dan solusi. Setidaknya ajaklah orang yang bisa diajak berkomunikasi. Curahkan isi hatimu. Barangkali boleh juga berkonsultasi dengan saya. Silakan menghubungi saya," kata Jubun. 

 

Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Dengan peristiwa ini, Jubun menghimbau kepada masyarakat jika ada masalah keluarga sebaiknya bisa selesaikan secara kekeluargaan. Tidak perlu melakukan tindakan yang berlebihan sampai melapor polisi dan membangun narasi seolah-olah menjadi korban kejahatan. Toh akhirnya nanti ketahuan juga setelah yang bersangkutan telah ditemukan atau telah kembali dengan sendirinya. 

"Di dunia ini, kebohongan bisa disusun rapi, tapi kebenaran selalu meninggalkan jejak" imbuh pria yang akrab disapa ko Jubun ini.

"Ingat lho, jejak digital tidak akan bisa hilang. Mungkin berjalannya waktu telah terjadi pemulihan hubungan dan masalah sudah selesai dengan baik, namun jejak digital tidak akan bisa hilang. Jadi berpikirlah bijaksana dan pertimbangkan baik-baik sebelum bertindak," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Tim ShowbizTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan