Mitty Zasia Kolaborasi dengan Fanny Soegi, Rilis Video Lirik Untuk Perempuanku Di Cermin

Selain kerinduan terhadap keluarga, Mitty juga mengakui bahwa hidup sebagai perantau memiliki tantangan tersendiri.

Diperbarui 10 Maret 2025, 23:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Penyanyi dan penulis lagu asal Indonesia, Mitty Zasia, mengenang perjalanan panjangnya sebagai perantau sejak meninggalkan kampung halamannya di Kotamobagu, Sulawesi Utara, pada 2014. Pelantun Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan ini mengungkapkan bahwa keputusan merantau ia ambil demi menggapai impian yang selama ini ia cita-citakan. Namun, hidup jauh dari keluarga, terutama di momen-momen tertentu, tak selalu mudah baginya.

"Apalagi ketika bulan puasa seperti ini, ada momen yang sangat aku rindukan bersama keluarga di sana. Seperti sahur dan puasa pertama bersama mereka. Mungkin itu sederhana, tapi aku sudah bertahun-tahun tidak bisa merasakan momen itu. Mungkin hal ini juga dirasakan oleh para perantau sepertiku," ujar Mitty yang kini menetap di Yogyakarta.

Selain kerinduan terhadap keluarga, Mitty juga mengakui bahwa hidup sebagai perantau memiliki tantangan tersendiri. Ia harus menghadapi kesepian, menyelesaikan berbagai permasalahan sendiri, dan tidak selalu bisa berbagi cerita dengan keluarga di kampung halaman.

“Dulu aku bisa dibilang anak yang manja dan dimanja sama orang tuaku. Bahkan teman-teman sekolahku tahu itu. Tapi setelah dipikir-pikir, orang semanja aku di masa lalu kok bisa bertahan sejauh ini di perantauan. Aku sampai bilang sama diriku sendiri, ternyata aku sekuat ini bisa terus bertahan," tutur penyanyi yang juga membawakan lagu “Bukan Seleramu” itu.

Perjalanan hidupnya di perantauan pun ia tuangkan dalam sebuah karya berjudul "Untuk Perempuanku Di Cermin", yang dinyanyikan bersama Fanny Soegi. Lagu ini menjadi single kedua dalam album keduanya, Nanti Malam Ku Pikir Lagi, yang telah dirilis pada Oktober 2024. Melalui lagu ini, Mitty ingin membagikan pengalaman dan perasaannya kepada para pendengar yang mungkin mengalami hal serupa.

“Dari banyaknya hal rumit yang aku hadapi, ternyata aku kuat dan masih bisa bertahan. Aku tulis lagu ini agar nantinya ketika aku merasa lelah, atau pun para perempuan (khususnya) yang mendengarkan lagu ini, bisa merasakan lelahnya tanpa harus pura-pura tidak merasakan lelah. Cape nggak apa-apa, mau nangis pun nggak apa-apa. Dan yang harus diingat adalah, aku dan kita semua ternyata bisa sehebat itu masih bisa bertahan dan ada untuk diri kita sendiri sampai hari ini,” papar Mitty.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Untuk lebih mengenalkan single ini sendiri, Mitty Zasia bersama Fanny Soegi merilis video lirik dan juga tayangan live session lagu “Untuk Perempuanku Di Cermin” di kanal Youtube Mitty Zasia, dan resmi dirilis pada Jumat (7/3/205). “Untuk Perempuanku Di Cermin” versi live session sendiri direkam secara langsung di Studio Kuaetnika, studio yang ada di dalam komplek Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, salah satu pusat budaya bersejarah di Yogyakarta. Dalam live session untuk lagu ini, selain melibatkan Fanny Soegi, aku pun melibatkan beberapa nama musisi lain. Salah satunya adalah Ronie Udara. Dan dari sisi visual, aku pun berkolaborasi dengan Mas Bagus Kresnawan bersama teman-temannya di GAS!," jelas Mitty.

Halaman
Show All
Zulfa Ayu Sundari, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan