Gugatan Hak Cipta Superman di Luar Amerika Berupaya untuk Dibatalkan oleh Warner Bros

Jika gugatan ini dikabulkan, rencana perilisan film Superman pada Juli 2025, berpotensi terganggu.

Diterbitkan 09 Maret 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pihak studio berpendapat bahwa sejak saat itu, para pencipta dan ahli waris mereka telah menerima jutaan dolar — yang nilainya telah disesuaikan dengan inflasi — dalam bentuk royalti dan pembayaran lainnya.

Setelah Shuster meninggal, saudari sekaligus satu-satunya ahli warisnya, meminta DC Comics untuk menanggung utang Shuster dan meningkatkan tunjangan hidup yang diterimanya.

DC Comics menyetujui permintaan tersebut dan meningkatkan pembayaran tahunan dari 5.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS seumur hidupnya. Dalam perjanjian tersebut, dinyatakan bahwa kesepakatan tersebut "sepenuhnya menyelesaikan semua klaim" terkait hak cipta dan merek dagang milik Shuster.

>

Menghalangi Upaya Lanjutan

Pada 2013, Pengadilan Banding Sirkuit ke-9 menyatakan bahwa perjanjian tersebut menghalangi upaya lanjutan pihak keluarga Shuster untuk membatalkan hak cipta.

Namun, Toberoff berargumen bahwa putusan tersebut hanya berlaku untuk hukum hak cipta AS dan tidak berhubungan dengan hak Peary di negara lain. Gugatan ini berupaya menerapkan ketentuan "Dickens provision" dalam hukum hak cipta Inggris, yang menurut mereka juga berlaku di Kanada, Australia, Irlandia, Israel, Singapura, Hong Kong, India, Selandia Baru, dan Afrika Selatan.

Sebagai tanggapan, Petrocelli menegaskan bahwa perjanjian tahun 1992 tersebut mencakup "seluruh hak," termasuk hak cipta di luar negeri.

"Tidak ada pengecualian dalam perjanjian tahun 1992 yang mengatur hak cipta di luar negeri, apalagi untuk hak cipta di 10 negara yang sekarang diklaim Peary dalam gugatannya," tulis Petrocelli.

Warner Bros. sebelumnya dijadwalkan memberikan tanggapan atas gugatan ini paling lambat pada 24 Maret 2025. Namun, mereka mengajukan permohonan untuk membatalkan kasus ini hampir tiga minggu lebih awal.

Pihak studio juga meminta, jika gugatan tidak dibatalkan, maka kasus ini dipindahkan ke hakim di Los Angeles yang sebelumnya menangani perkara tersebut.

Hak cipta atas karakter Superman dijadwalkan akan berakhir dan masuk ke domain publik pada tahun 2034.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan